Jagat media sosial, khususnya platform TikTok, tengah diguncang oleh lonjakan pencarian kata kunci “Video Teh Pucuk” yang dikaitkan dengan durasi spesifik 17 menit. Fenomena ini mendadak menjadi perbincangan hangat di kalangan pengguna dan memicu rasa penasaran masif sejak memasuki pertengahan Februari 2026.
Hingga saat ini, asal-usul otentik dari kemunculan isu tersebut belum diketahui secara pasti secara administratif maupun digital. Namun, narasi mengenai keberadaan video asusila atau konten rahasia di balik durasi 17 menit tersebut cenderung bersifat spekulatif dan belum terbukti kebenarannya secara faktual.
Berdasarkan pantauan di lapangan digital, banyak pengguna TikTok terpantau meramaikan tren ini dengan mengunggah konten yang menggunakan tema serupa. Ironisnya, mayoritas unggahan tersebut justru menampilkan substansi yang tidak relevan dengan narasi video viral yang dicari oleh masyarakat.
Konten yang beredar sebagian besar hanya menampilkan dokumentasi visual berupa foto atau video produk minuman kemasan teh tersebut dalam berbagai versi. Para pengunggah disinyalir hanya memanfaatkan momentum atau terjebak dalam fenomena fear of missing out (FOMO) demi mendongkrak angka interaksi atau engagement pada akun pribadi mereka.
Salah satu contoh nyata terlihat pada akun TikTok @rh_creator26 yang turut memproduksi konten serupa karena topik ini terus muncul di lini masa miliknya. Melalui unggahannya, akun tersebut memberikan testimoni mengenai masifnya tren ini di kalangan pengguna lain.
“Oh ini yang lagi viral, banyak seliweran di beranda. Sampai banyak orang posting,” ucap akun @rh_creator26 dalam videonya yang telah diverifikasi telah ditonton hingga puluhan ribu kali oleh pengguna lain.
Hati-Hati Link phishing Berbahaya
Di balik keriuhan tersebut, terdapat risiko keamanan siber yang serius bagi para pengguna yang nekat mencari tautan di luar platform resmi. Narasi video viral dengan durasi tertentu sering kali dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan tautan phishing atau malware.
Para ahli keamanan digital memperingatkan agar penonton tidak sembarangan mengeklik tautan yang menjanjikan video “Teh Pucuk 17 Menit” tersebut. Hal ini dilakukan guna menghindari pencurian data pribadi atau kerusakan perangkat lunak yang dapat merugikan pengguna secara sistemik.
