Pelaksanaan sholat Idul Fitri pada tahun 2026 tetap merujuk pada ketentuan fikih yang telah diajarkan dalam Islam. Salah satu ciri khas yang membedakan sholat hari raya ini dengan sholat lima waktu adalah adanya penambahan jumlah takbir pada awal setiap rakaat sebelum dimulainya bacaan surat Al-Fatihah.
Berapa kali takbir sholat Idul Fitri adalah sebanyak 7 kali pada rakaat pertama dan 5 kali pada rakaat kedua. Total takbir tambahan ini dilakukan di luar takbiratul ihram serta takbir intiqal sebelum membaca Al-Fatihah, sesuai dengan panduan ibadah Idul Fitri 1447 H atau tahun 2026.
Ketentuan jumlah takbir tersebut berlaku secara konsisten baik bagi jamaah yang melaksanakan sholat di masjid maupun di lapangan secara berjamaah. Pengulangan takbir ini berfungsi sebagai bentuk pengagungan terhadap kebesaran Allah SWT pada hari kemenangan setelah menyelesaikan ibadah puasa Ramadan.
Simak rincian prosedur dan bacaan di sela-sela takbir dalam artikel ini untuk memastikan ibadah berjalan dengan sempurna.
Kapan Jumlah Takbir Tambahan Sholat Idul Fitri Dilaksanakan
Takbir tambahan dilakukan pada posisi berdiri setelah takbir pembuka dan doa iftitah, namun sebelum imam atau mushalli memulai bacaan surat Al-Fatihah. Penempatan waktu ini sangat krusial agar tidak tertukar dengan takbir pada gerakan sholat lainnya seperti takbir saat akan rukuk atau sujud.
Berikut adalah tahapan teknis pelaksanaan takbir tambahan yang dilakukan dalam sholat hari raya Idul Fitri.
7 Kali Takbir pada Rakaat Pertama
Pada rakaat pertama, setelah melakukan takbiratul ihram dan membaca doa iftitah, imam dan jamaah melakukan takbir tambahan sebanyak tujuh kali. Setiap takbir disertai dengan gerakan mengangkat tangan setinggi telinga atau bahu sebagaimana gerakan takbir pembuka. Di antara setiap takbir, terdapat jeda waktu singkat untuk melafalkan kalimat tasbih secara perlahan.
5 Kali Takbir pada Rakaat Kedua
Setelah berdiri sempurna dari sujud rakaat pertama (setelah takbir intiqal), dilakukan takbir tambahan sebanyak lima kali berturut-turut. Prosedur ini wajib diselesaikan sebelum masuk ke tahapan membaca surat Al-Fatihah dan surat pendek lainnya pada rakaat kedua. Pengurangan jumlah takbir pada rakaat kedua ini merupakan ketentuan tetap yang membedakannya dengan rakaat sebelumnya.
Bacaan di Antara Takbir Sholat Idul Fitri
Di sela-sela jeda takbir tambahan, setiap orang disunnahkan untuk membaca kalimat zikir sebagai bentuk pujian kepada Allah SWT:
- Subhaanallaahi: Mahasuci Allah.
- Wal hamdu lillaahi: Segala puji bagi Allah.
- Wa laa ilaaha illallaahu: Tiada Tuhan selain Allah.
- Wallaahu akbar: Allah Mahabesar.
Pelafalan zikir ini dilakukan secara lirih untuk menjaga kekhusyukan dan konsentrasi dalam sholat. Zikir tersebut berfungsi sebagai pengisi ruang di antara takbir sekaligus memperkuat esensi ketakwaan dalam merayakan hari raya Idul Fitri.
Jika seseorang lupa melakukan takbir tambahan dan langsung membaca surat Al-Fatihah, maka sholat Idul Fitri tersebut tetap dianggap sah karena hukum takbir tambahan adalah sunnah muakkadah. Sangat disarankan untuk tetap mengikuti urutan takbir yang benar demi kesempurnaan pahala ibadah sesuai dengan tuntunan sunah Rasulullah.
Kesimpulan
Penetapan berapa kali takbir sholat Idul Fitri adalah sebanyak 7 kali pada rakaat pertama dan 5 kali pada rakaat kedua sebelum membaca surat Al-Fatihah. Memahami rincian jumlah dan bacaan di sela-sela takbir sangat membantu umat Islam dalam melaksanakan ibadah hari raya tahun 2026 dengan lebih tertib dan khusyuk.
