Bulan Ramadhan merupakan momentum terbaik bagi umat Muslim untuk meningkatkan intensitas ibadah melalui doa harian. Memasuki fase sepuluh malam terakhir, mengamalkan doa-doa pada hari ke-22, 23, dan 24 menjadi sangat utama sebagai bagian dari upaya meraih keutamaan Lailatul Qadar serta mendapatkan pahala berlipat ganda.
Setiap untaian doa tersebut mengandung esensi spiritual yang mendalam, mencakup permohonan petunjuk hingga perlindungan dari api neraka. Mengintegrasikan doa-doa ini ke dalam ibadah wajib maupun sunah menjadi langkah penting untuk menjaga konsistensi kualitas spiritual hingga akhir bulan.
Daftar Isi Artikel
Doa Ramadhan Hari Ke-22
اَللَّهُمَّ افْتَحْ لِيْ فِيْهِ اَبْوَابَ فَضْلِكَ، وَاَنْزِلْ عَلَيَّ فِيْهِ بَرَكَاتِكَ، وَوَفِّقْنِيْ فِيْهِ لِمُوْجِبَاتِ مَرْضَاتِكَ، وَاَسْكِنِّيْ فِيْهِ بُحْبُوْحَاتِ جَنَّاتِكَ، يَا مُجِيْبَ دَعْوَةِ الْمُضْطَرِّيْنَ
Allâhummaftah lî fihi abwâba fadhlika wa anzil ‘alayya fîhi barakâtika wa waffiqnî fîhi limûjibâti mardhâtika wa askinnî fîhi buhbûhâti jannâtika yâ mujîba da’watil mudhtharrîn.
Ya Allah buka lebar –lebar pintu keutamaan-Mu di bulan ini dan curahkan berkah-berkah-Mu Tempatkan aku pada posisi yang membuat-Mu rela padaku. Tempatkan aku di tengah-tengah surga-Mu. Wahai Yang Maha menjawab panggilan orang yang terjepit.
Doa Ramadhan Hari Ke-23
اَللَّهُمَّ اغْسِلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الذُّنُوْبِ وَ طَهِّرْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْعُيُوْبِ وَ امْتَحِنْ قَلْبِيْ فِيْهِ بِتَقْوَى الْقُلُوْبِ يَا مُقِيْلَ عَثَرَاتِ الْمُذْنِبِيْنَ
Allâhummaghsilnî fîhi minadzdzunûbi wa thahhirnî fîhi minal ‘uyûbi wamtahin qalbî bitaqwal qulûbi yâ muqîla ‘atsarâtil mudznibîna.
Ya Allah, sucikan aku dari dosa dan segala kejelekan. Uji aku dengan ketakwaan. Wahai yang menghilangkan kotoran para pendosa.
Doa Ramadhan Hari Ke-24
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ فِيْهِ مَا يُرْضِيْكَ وَ أَعُوْذُ بِكَ مِمَّا يُؤْذِيْكَ وَ أَسْأَلُكَ التَّوْفِيْقَ فِيْهِ لأَنْ أُطِيْعَكَ وَ لاَ أَعْصِيَكَ يَا جَوَّادَ السَّائِلِيْنَ
Arab Latinnya:
Allâhumma innî asaluka fîhi mâ yurdhîka wa a’ûdzu bika mimmâ yu’dzîka wa asalukat taufîqa fîhi lian utî’aka wa lâ a’shîka yâ ajwadas sâilîn.
Artinya:
“Ya Allah, aku memohon pada-Mu di bulan yang suci ini dengan segala sesuatu yang mendatangkan keridaan-Mu, dan aku berlindung dengan-Mu dari hal-hal yang mendatangkan kemarahan-Mu, dan aku memohon kepada-Mu kemampuan untuk mentaati-Mu serta menghindari kemaksiatan terhadap-Mu, wahai Pemberi para peminta.”
