Ziarah kubur sebelum lebaran atau saat hari raya Idul Fitri adalah amalan yang diperbolehkan dalam Islam dengan tujuan utama untuk mendoakan keluarga yang telah wafat dan mengingatkan kita akan kematian. Meskipun agama tidak menetapkan waktu khusus, momen menjelang lebaran sering dipilih umat muslim karena bertepatan dengan waktu berkumpulnya keluarga besar dan adanya waktu luang untuk mengunjungi makam orang tua atau leluhur.
Daftar Isi Artikel
Apa Hukum Melakukan Ziarah Kubur dalam Islam?
Pada masa awal Islam, ziarah kubur memang sempat dilarang. Namun, aturan tersebut kemudian berubah dan Rasulullah SAW justru menganjurkan umat muslim untuk melakukannya. Dasar kebolehan ini dapat kita lihat dari hadis Nabi Muhammad SAW sebagai berikut:
عَنْ بُرَيْدَةَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ فَقَدْ أُذِنَ لِمُحَمَّدٍ فِي زِيَارَةِ قَبْرِ أُمِّهِ فَزُورُوهَا فَإِنَّهَا تُذَكِّرُ الآخرة. [رواه مسلم وابو dawud والترمذي وابن حبان والحاكم]
“Diriwayatkan dari Buraidah ia berkata, Rasulullah Saw bersabda; ‘Dahulu aku pernah melarang ziarah kubur, maka telah diizinkan bagi Muhammad berziarah kubur bundanya. Maka berziarahlah kubur, sebab hal itu mengingatkan akhirat’.” [HR. Muslim, Abu Dawud, at-Tirmidzi, Ibnu Hibban dan al-Hakim].
Melalui hadis ini, kita bisa memahami bahwa ziarah kubur adalah sarana bagi kita untuk merenung bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara.
Mengapa Niat Menjadi Hal Paling Penting Saat Berziarah?
Setiap perbuatan yang kita lakukan akan dinilai oleh Allah SWT berdasarkan apa yang tersirat di dalam hati. Sebelum melangkahkan kaki ke pemakaman, kita harus memastikan bahwa tujuan kita adalah murni untuk ibadah. Rasulullah SAW menegaskan pentingnya hal ini dalam sebuah hadis:
عَنْ عَلْقَمَةَ بْنِ وَقَاصِ اللَّيْئِي قَالَ سَمِعْتُ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ –صلى الله عليه وسلم – « إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ. [رواه الجماعة]
“Diriwayatkan dari ‘Alqamah ibn Waqas al-Laitsy ia berkata: saya telah mendengar Umar bin Khattab ra sedang di atas mimbar dan berkata, ‘Aku mendengar Rasulullah Saw bersabda, “sesungguhnya segala amal perbuatan itu tergantung niatnya”….’” [HR. Jama’ah].
Oleh karena itu, ketika kita berziarah sebelum lebaran, pastikan niat kita adalah sebagai berikut:
- Mendoakan ahli kubur agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
- Melakukan evaluasi diri atau muhasabah agar lebih giat dalam beribadah.
- Mengingat bahwa setiap makhluk hidup pasti akan mengalami kematian.
- Menjaga tali silaturahmi dengan keluarga yang masih hidup melalui kegiatan bersama ini.
Apa Saja Larangan Saat Mengunjungi Makam?
Meskipun ziarah kubur sangat dianjurkan, kita harus berhati-hati agar tidak terjerumus ke dalam perbuatan yang melanggar aturan agama. Berikut adalah beberapa hal yang tidak boleh dilakukan oleh umat muslim saat berada di area pemakaman:
- Meminta sesuatu kepada orang yang sudah meninggal karena hal tersebut termasuk perbuatan zalim.
- Menjadikan penghuni kubur sebagai perantara dalam berdoa kepada Allah SWT.
- Melakukan tindakan yang berlebihan seperti meratapi makam secara berisik.
- Memiliki keyakinan bahwa ziarah hanya sah jika dilakukan pada hari tertentu saja.
Al-Qur’an telah memberikan peringatan keras agar kita tidak memohon kepada selain Allah dalam surat Yunus ayat 106:
وَلَا تَدْعُ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَنْفَعُكَ وَلَا يَضُرُّكَ فَإِنْ فَعَلْتَ فَإِنَّكَ إِذًا مِنَ الظَّالِمِينَ
“Dan jangan engkau menyembah sesuatu yang tidak memberi manfaat dan tidak (pula) memberi bencana kepadamu selain Allah. Sebab jika engkau lakukan (yang demikian), maka sesungguhnya engkau termasuk orang-orang zalim.” [QS. Yunus (10): 106].
Alasan Mengapa Ziarah Sering Dilakukan Menjelang Lebaran
Secara aturan agama, tidak ada perintah khusus yang mengharuskan kita berziarah tepat sebelum lebaran. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa pemakaman selalu ramai pada momen ini. Fenomena ini terjadi karena beberapa alasan yang masuk akal:
- Waktu Libur yang Panjang: Banyak dari kita yang bekerja di luar kota baru bisa pulang ke kampung halaman saat cuti bersama lebaran.
- Momen Kumpul Keluarga: Ziarah menjadi kegiatan bersama yang memudahkan keluarga besar untuk bertemu dan mendoakan leluhur secara serentak.
- Kebiasaan Sosial: Mengunjungi makam sudah menjadi tradisi turun-temurun yang melekat erat dengan suasana Idul Fitri di Indonesia.
Jadi, kita perlu meluruskan pemahaman bahwa lebaran hanyalah momen yang memudahkan kita untuk berkumpul, bukan sebuah kewajiban agama yang membatasi waktu ziarah. Kita boleh saja mengunjungi makam kapan pun kita memiliki waktu luang, baik itu di hari-hari biasa maupun di bulan lainnya.
