Sholat tarawih merupakan ibadah yang sangat identik dengan nuansa malam bulan Ramadhan. Meskipun umumnya dilakukan secara berjamaah di masjid, ada kalanya situasi tertentu membuat seseorang tidak bisa meninggalkan rumah, seperti karena pekerjaan, tugas kuliah, atau alasan kesehatan.
Penting bagi pemuda muslim untuk memahami bahwa sholat tarawih tetap bisa dilaksanakan secara mandiri tanpa mengurangi keabsahan ibadah tersebut.
Hukum Melaksanakan Sholat Tarawih Secara Sendiri (Munfarid)
Sholat tarawih memiliki hukum sunnah muakkadah, yang berarti ibadah sunnah yang sangat dianjurkan. Rasulullah SAW dan para Khulafaur Rasyidin sangat menjaga konsistensi dalam melaksanakan ibadah ini. Mengenai pelaksanaannya, sholat tarawih pada dasarnya boleh dilakukan secara sendirian atau munfarid di rumah.
Menurut Syekh Wahbah Az-Zuhaili dalam kitab Fiqhul Islami wa Adillatuhu, sholat berjamaah dalam tarawih adalah sunnah kifayah. Artinya, jika sebagian masyarakat sudah melaksanakannya di masjid, maka kewajiban kolektif tersebut sudah terpenuhi. Bagi individu yang ingin mengerjakan sendiri di rumah, hukumnya tetap sah dan tetap mendapatkan pahala qiyamul lail.
Ketentuan Jumlah Rakaat dalam Sholat Tarawih
Dalam praktiknya, terdapat fleksibilitas mengenai jumlah rakaat sholat tarawih yang bisa Anda ikuti. Hal ini memberikan kemudahan bagi setiap muslim untuk menyesuaikan dengan kemampuan dan kondisi masing-masing:
- Opsi 8 Rakaat: Dilakukan dengan formasi 2 rakaat sebanyak 4 kali salam. Formasi ini umum dipraktikkan dan tetap sesuai dengan sunnah.
- Opsi 20 Rakaat: Dilakukan dengan formasi 2 rakaat sebanyak 10 kali salam. Ini merupakan pendapat mayoritas ulama (jumhur) dari empat madzhab.
- Waktu Pelaksanaan: Sholat tarawih dikerjakan setelah melaksanakan sholat Isya hingga sebelum waktu subuh tiba.
BACA JUGA: Arti Marhaban Ya Ramadhan
Tata Cara Sholat Tarawih Sendiri di Rumah
Secara teknis, gerakan dan bacaan sholat tarawih sendiri sama dengan sholat sunnah pada umumnya. Perbedaan mendasar hanya terletak pada niat yang dibacakan di dalam hati sebelum melakukan takbiratul ihram.
1. Niat Sholat Tarawih Munfarid
Bagi Anda yang melaksanakan sholat sendiri, berikut adalah bacaan niat yang perlu dilafalkan (baik secara lisan maupun dalam hati):
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatat Tarāwīhi rak’ataini mustaqbilal qiblati adā’an lillāhi ta‘ālā.
Artinya: “Aku menyengaja sembahyang sunnah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai karena Allah SWT.”
2. Urutan Pelaksanaan Rakaat
Pelaksanaan dilakukan per dua rakaat dengan urutan sebagai berikut:
- Takbiratul Ihram disertai niat.
- Membaca Doa Iftitah.
- Membaca Surah Al-Fatihah (Wajib).
- Membaca Surah Pendek dari Al-Qur’an (Disunnahkan).
- Ruku, Iktidal, Sujud, Duduk di antara dua sujud, dan Sujud kedua.
- Berdiri kembali untuk rakaat kedua.
- Ulangi gerakan seperti rakaat pertama.
- Tahiyat Akhir dan diakhiri dengan Salam.
3. Menutup dengan Sholat Witir
Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian rakaat tarawih (baik 8 atau 20 rakaat), sangat dianjurkan untuk menutupnya dengan sholat witir. Sholat witir berfungsi sebagai pengganjal jumlah rakaat sholat malam Anda.
Anda bisa melaksanakan sholat witir sebanyak 3 rakaat (dengan 2 kali salam atau 1 kali salam) atau minimal 1 rakaat saja.
Perbandingan Keutamaan Berjamaah dan Sendiri
Walaupun sholat sendiri di rumah adalah sah, penting untuk tetap memahami perbedaannya dengan sholat berjamaah. Sholat berjamaah di masjid memiliki keutamaan pahala hingga 27 derajat. Selain itu, ada hadits yang menyebutkan bahwa siapa saja yang sholat tarawih bersama imam hingga selesai, maka dicatat baginya pahala sholat semalam suntuk.
Namun, bagi Anda yang memiliki hambatan (uzur) atau bagi perempuan yang merasa lebih tenang dan khusyuk beribadah di rumah, melaksanakan tarawih secara mandiri adalah pilihan yang bijak daripada melewatkan malam Ramadhan tanpa ibadah sama sekali.
Ibadah di bulan Ramadhan adalah tentang konsistensi dan keikhlasan hati. Melaksanakan sholat tarawih sendiri di rumah bukanlah penghalang untuk meraih keberkahan malam-malam Ramadhan. Selama dilakukan dengan tata cara yang benar dan niat yang tulus, pahala ibadah Anda tetap terjaga di sisi Allah SWT.
