Melaksanakan ibadah di malam bulan Ramadan memberikan ketenangan tersendiri, terutama saat kita menyelesaikan rangkaian sholat tarawih. Ibadah ini bukan sekadar rutinitas fisik, melainkan momen penting untuk memanjatkan permohonan kepada Allah SWT. Salah satu tradisi yang sangat baik untuk diamalkan adalah membaca doa setelah sholat tarawih yang dikenal dengan sebutan Doa Kamilin.
Hukum Pelaksanaan Sholat Tarawih Menurut Ulama
Sholat tarawih adalah ibadah sunnah yang dilakukan setiap malam setelah sholat Isya selama bulan Ramadan. Meskipun berstatus sunnah, para ulama dari berbagai mazhab telah menyepakati bahwa ibadah ini sangat dianjurkan. Kesepakatan ini memberikan landasan yang kuat bagi umat Islam untuk menjaga konsistensi tarawih, baik secara berjamaah di masjid maupun secara individu di rumah.
Syekh Taqiyuddin Al-Hishni dalam kitab Kifayatul Akhyar menegaskan bahwa kesunnahan sholat tarawih sudah menjadi ketetapan yang tidak diragukan lagi. Beliau menyebutkan bahwa konsensus para ulama sudah bulat dalam hal ini, sehingga pendapat yang menyimpang dari kesunnahan tarawih tidak perlu dianggap sebagai rujukan utama.
Mengenal Doa Kamilin Setelah Sholat Tarawih
Istilah “Doa Kamilin” merujuk pada doa yang sering dibaca oleh imam maupun jamaah tepat setelah sholat tarawih selesai. Penamaan ini diambil dari kata Kamilin yang terdapat pada awal kalimat doa tersebut, yaitu Allahummaj’alna bil imani kamilin.
Secara harfiah, doa ini merupakan permohonan kepada Allah agar kita diangkat menjadi hamba yang memiliki keimanan yang sempurna. Bagi pemuda muslim, membaca doa ini menjadi pengingat bahwa tujuan akhir dari ibadah puasa dan tarawih adalah peningkatan kualitas iman dan ketakwaan.
Berikut Teks Bacaannya
اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنَ، وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ، وَلِلصَّلَاةِ حَافِظِيْنَ، وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ، وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ، وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ، وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ، وَعَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضِيْنَ، وَفِي الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ، وَفِي الْاٰخِرَةِ رَاغِبِيْنَ، وَبِالْقَضَاءِ رَاضِيْنَ، وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنَ، وَعَلَى الْبَلَاءِ صَابِرِيْنَ، وَتَحْتَ لِوَاءِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ، وَعَلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْن، وَإِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ، وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ، وَعَلَى سَرِيْرِ الْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ، وَبِحُوْرٍعِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ، وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ، وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِيْنَ، وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِيْنَ، بِأَكْوَابٍ وَّأَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِّنْ مَعِيْنٍ مَعَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَحَسُنَ أُولئِكَ رَفِيْقًا، ذٰلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا، اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا فِي هٰذِهِ لَيْلَةِ الشَّهْرِ الشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ، وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ اْلأَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَاٰلِه وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
Allâhummaj‘alnâ bil îmâni kâmilîn. Wa lil farâidli muaddîn. Wa lish-shlâti hâfidhîn. Wa liz-zakâti fâ‘ilîn. Wa lima ‘indaka thâlibîn. Wa li ‘afwika râjîn. Wa bil-hudâ mutamassikîn. Wa ‘anil laghwi mu‘ridlîn. Wa fid-dunyâ zâhdîn. Wa fil ‘âkhirati râghibîn. Wa bil-qadlâ’I râdlîn. Wa lin na‘mâ’I syâkirîn. Wa ‘alal balâ’i shâbirîn. Wa tahta liwâ’i muhammadin shallallâhu ‘alaihi wasallam yaumal qiyâmati sâ’irîna wa alal haudli wâridîn. Wa ilal jannati dâkhilîn. Wa minan nâri nâjîn. Wa ‘alâ sariirl karâmati qâ’idîn. Wa bi hûrun ‘in mutazawwijîn. Wa min sundusin wa istabraqîn wadîbâjin mutalabbisîn. Wa min tha‘âmil jannati âkilîn. Wa min labanin wa ‘asalin mushaffan syâribîn. Bi akwâbin wa abârîqa wa ka‘sin min ma‘în. Ma‘al ladzîna an‘amta ‘alaihim minan nabiyyîna wash shiddîqîna wasy syuhadâ’i wash shâlihîna wa hasuna ulâ’ika rafîqan. Dâlikal fadl-lu minallâhi wa kafâ billâhi ‘alîman. Allâhummaj‘alnâ fî hâdzihil lailatisy syahrisy syarîfail mubârakah minas su‘adâ’il maqbûlîn. Wa lâ taj‘alnâ minal asyqiyâ’il mardûdîn. Wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammadin wa âlihi wa shahbihi ajma‘în. Birahmatika yâ arhamar râhimîn wal hamdulillâhi rabbil ‘âlamîn.
Artinya, “Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang memenuhi kewajiban-kewajiban, yang memelihara shalat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akhirat, yang ridha dengan qadla-Mu (ketentuan-Mu), yang mensyukuri nikmat, yang sabar atas segala musibah, yang berada di bawah panji-panji junjungan kami, Nabi Muhammad, pada hari kiamat, yang mengunjungi telaga (Nabi Muhammad), yang masuk ke dalam surga, yang selamat dari api neraka, yang duduk di atas ranjang kemuliaan, yang menikah dengan para bidadari, yang mengenakan berbagai sutra ,yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang shalih. Mereka itulah teman yang terbaik. Itulah keutamaan (anugerah) dari Allah, dan cukuplah bahwa Allah Maha Mengetahui. Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini termasuk orang-orang yang bahagia dan diterima amalnya, dan janganlah Engkau jadikan kami tergolong orang-orang yang celaka dan ditolak amalnya. Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya atas junjungan kami Muhammad, serta seluruh keluarga dan shahabat beliau. Berkat rahmat-Mu, wahai Yang Paling Penyayang di antara yang penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.”
BACA JUGA: Bacaan Doa Setelah Sholat Tarawih dan Witir Sesuai Sunnah
Kandungan dan Keutamaan Doa Kamilin
Doa Kamilin bukan hanya berisi tentang permohonan iman, tetapi juga mencakup berbagai aspek kehidupan spiritual seorang muslim. Berikut adalah poin-poin utama yang terkandung dalam doa tersebut:
- Kesempurnaan Iman: Memohon agar Allah menjaga hati kita tetap teguh dalam keyakinan.
- Pengampunan Dosa: Menjadi sarana untuk meminta maaf atas segala khilaf yang telah dilakukan.
- Harapan Surga: Permohonan agar diberikan tempat terbaik di akhirat kelak.
- Perlindungan dari Neraka: Doa ini juga mengandung permintaan perlindungan dari siksa api neraka.
- Keberkahan Rezeki: Memohon kecukupan dan keberkahan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Urutan Pelaksanaan Doa dan Dzikir
Agar ibadah malam Anda lebih teratur dan maksimal, Anda bisa mengikuti urutan umum yang sering dipraktikkan oleh para ulama:
- Menyelesaikan Sholat Tarawih: Baik dalam format 8 rakaat maupun 20 rakaat.
- Membaca Doa Kamilin: Dibaca segera setelah salam terakhir sholat tarawih sebelum beranjak ke witir.
- Dzikir Singkat: Mengagungkan asma Allah sebagai bentuk syukur.
- Melanjutkan Sholat Witir: Sebagai penutup rangkaian sholat malam (qiyamul lail).
- Shalawat Nabi: Menutup seluruh rangkaian ibadah dengan mengirimkan pujian kepada Rasulullah SAW.
Mengapa Doa Kamilin Sangat Dianjurkan?
Banyak orang memilih Doa Kamilin karena struktur kalimatnya yang sangat komprehensif. Doa ini seolah merangkum seluruh keinginan seorang muslim di bulan Ramadan: yaitu menjadi pribadi yang lebih baik, diampuni dosanya, dan mendapatkan ridha-Nya.
Bagi Anda yang sedang membangun kebiasaan ibadah yang lebih disiplin, menghafal atau setidaknya membaca teks doa ini akan membuat malam Ramadan terasa lebih bermakna dan terarah.
