Setelah menyelesaikan rangkaian ibadah malam di bulan Ramadan, sangat dianjurkan bagi umat Islam untuk tidak terburu-buru beranjak. Salah satu bagian penting yang sering dilakukan adalah membaca doa setelah sholat tarawih dan witir. Dzikir ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk penyempurnaan ibadah malam (qiyamul lail) yang memiliki landasan kuat dalam hadits Nabi SAW.
Pentingnya Membaca Dzikir Setelah Sholat Witir
Sholat witir adalah penutup dari seluruh rangkaian sholat malam, termasuk sholat tarawih. Dalam buku Himpunan Putusan Tarjih (HPT) mengenai Shalat Tathawwu’, dijelaskan bahwa setelah salam pada rakaat terakhir witir, kita dianjurkan untuk membaca dzikir dengan suara yang nyaring.
Membaca dzikir secara bersama-sama atau sendiri dengan suara yang jelas dapat membantu kita lebih meresapi keagungan Allah SWT setelah melakukan serangkaian ruku dan sujud. Hal ini membantu menjaga fokus dan kekhusyukan sebelum kita beristirahat atau melanjutkan aktivitas lainnya.
Bacaan Dzikir dan Doa Setelah Sholat Tarawih serta Witir
Berdasarkan tuntunan yang shahih, terdapat dua bacaan utama yang sangat dianjurkan untuk dibaca segera setelah Anda menyelesaikan sholat witir. Berikut adalah rinciannya:
1. Membaca Tasbih “Subhanal Malikil Quddus”
Bacaan ini diucapkan sebanyak tiga kali. Pada bacaan ketiga, disunnahkan untuk sedikit mengeraskan atau memanjangkan suara sebagai bentuk pengagungan.
Teks Arab:
سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ
Latin: Subhanal malikil quddus
Artinya: “Maha Suci Allah Yang Maha Merajai lagi Maha Bersih.”
2. Membaca Tambahan Dzikir Malaikat dan Ruh
Setelah membaca tasbih di atas, lengkapi dengan bacaan berikut sebanyak satu kali:
Teks Arab:
رَبِّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ
Latin: Rabbil malaikati war-ruh
Artinya: “Yang menguasai para Malaikat dan Ruh (Jibril).”
Landasan Hadits Mengenai Dzikir Setelah Witir
Anjuran mengenai doa setelah sholat tarawih dan witir ini bukan tanpa dasar. Terdapat beberapa riwayat yang menjelaskan kebiasaan Rasulullah SAW dalam berdzikir setelah sholat malam.
- Riwayat Ubay bin Ka’ab: Diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW setelah mengucapkan salam sholat witir, beliau membaca “Subhanal malikil quddus” sebanyak tiga kali (HR. An-Nasa’i).
- Riwayat Abdirrahman bin Abza: Hadits ini mempertegas bahwa Nabi SAW meninggikan suaranya saat membaca dzikir tersebut pada kali yang ketiga. Hal ini menjadi dasar mengapa dzikir ini sering dibaca secara lantang di masjid-masjid setelah tarawih.
Rekomendasi Surah Pendek Saat Sholat Witir
Selain memperhatikan doa setelah sholat tarawih, kualitas sholat witir itu sendiri dapat ditingkatkan dengan mengikuti pilihan surah yang sering dibaca oleh Rasulullah SAW. Berdasarkan hadits riwayat An-Nasa’i, berikut adalah tiga surah yang dianjurkan:
- Rakaat Pertama: Membaca surah Al-A’la (Sabbihisma rabbikal a’la).
- Rakaat Kedua: Membaca surah Al-Kafirun (Qul ya ayyuhal kafirun).
- Rakaat Ketiga: Membaca surah Al-Ikhlas (Qul huwallahu ahad).
Dengan mengikuti urutan surah ini, Anda telah menjalankan salah satu sunnah dalam ibadah witir yang dapat menambah keberkahan malam Ramadan Anda.
Menghidupkan malam Ramadan dengan sholat dan dzikir adalah investasi spiritual yang sangat berharga bagi setiap muslim, terutama di masa muda. Dengan mengamalkan doa setelah sholat tarawih dan witir secara istiqomah, kita tidak hanya menggugurkan kewajiban, tetapi juga menghidupkan sunnah Nabi SAW yang penuh dengan hikmah.
