Banyak dari kalian mungkin bertanya-tanya, apakah gosok gigi membatalkan puasa? Menjaga kebersihan mulut memang bagian dari iman, namun saat sedang menjalankan ibadah puasa, ada aturan waktu dan cara yang perlu kalian perhatikan agar tidak menyalahi keutamaan.
Secara umum, menggosok gigi tidak membatalkan puasa selama tidak ada air atau pasta gigi yang tertelan secara sengaja ke dalam perut. Namun, terdapat hukum makruh yang perlu kalian ketahui, terutama jika aktivitas ini dilakukan pada waktu-waktu tertentu.
Daftar Isi Artikel
Hukum Dasar Menggosok Gigi Saat Sedang Berpuasa
Pada prinsipnya, Islam sangat menganjurkan umatnya untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut agar tetap segar, misalnya melalui penggunaan siwak. Namun, saat berpuasa, aktivitas ini menjadi sangat sensitif karena adanya risiko masuknya cairan ke dalam tubuh.
- Status Hukum: Menggosok gigi diperbolehkan dan tidak membatalkan puasa.
- Batas Kewaspadaan: Hal terpenting adalah kalian harus berhati-hati agar tidak ada sesuatu, baik air maupun pasta gigi, yang tertelan masuk ke dalam perut.
- Tujuan Kehati-hatian: Sikap waspada ini dilakukan untuk menjaga integritas ibadah puasa kalian dari pembatal yang tidak disengaja.
Alasan Mengapa Gosok Gigi Setelah Zuhur Bersifat Makruh
Meskipun diperbolehkan, para ulama memberikan catatan khusus mengenai waktu pelaksanaannya. Menggosok gigi atau bersiwak setelah masuk waktu Zuhur dianggap sebagai tindakan yang makruh.
Syekh Muhammad Nawawi Al-Bantani dalam kitab Nihayatuz Zain menyebutkan bahwa salah satu dari tiga belas hal yang makruh dalam puasa adalah bersiwak setelah matahari tergelincir atau waktu Zuhur tiba. Hal ini dikarenakan aroma mulut orang yang berpuasa memiliki keutamaan tersendiri di sisi Allah SWT.
Al-Habib Abdulah bin Husein bin Thahir dalam karyanya Is‘adur Rafiq wa Bughyatut Tashdiq menyebutkan sebagai berikut.
ويكره السواك بعد الزوال للصائم لخبر “لخلوف” أي لتغير “فم الصائم يوم القيامة أطيب عند الله من رائحة المسك”.
Artinya, “Bagi orang berpuasa, makruh bersiwak setelah zhuhur berdasarkan hadits, ‘Perubahan aroma mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah pada hari Kiamat daripada wangi minyak misik,’” (Lihat Is‘adur Rafiq, Cetakan Al-Hidayah, Surabaya, Juz I, Halaman 117).
Dalam kitab Is‘adur Rafiq, Al-Habib Abdullah bin Husein bin Thahir menjelaskan bahwa perubahan aroma mulut orang yang berpuasa kelak di hari kiamat akan lebih wangi daripada minyak misik.
Oleh karena itu, mendiamkan aroma mulut apa adanya setelah siang hari dianggap lebih utama daripada menghilangkannya dengan sikat gigi atau siwak.
BACA JUGA: Doa Agar Tidak Haus Saat Puasa
Tips Menjaga Kebersihan Mulut Agar Ibadah Tetap Maksimal
Agar kalian tetap bisa menjaga kepercayaan diri tanpa mengurangi pahala puasa, kalian perlu mengatur strategi pembersihan mulut yang tepat.
1. Atur Waktu Menggosok Gigi
Lakukan aktivitas sikat gigi secara menyeluruh sebelum masuk waktu Zuhur, atau pagi hari saja. Hal ini sangat disarankan agar kalian tetap mengejar keutamaan menjaga aroma mulut di siang hari sekaligus menjaga kebersihan gigi.
2. Gunakan Pasta Gigi Secukupnya
Jika kalian merasa sangat perlu menggosok gigi di pagi hari, gunakanlah pasta gigi secukupnya saja. Pastikan kalian berkumur dengan bersih dan tidak menyisakan rasa pasta gigi yang berlebihan di lidah untuk menghindari risiko tertelan.
3. Bersihkan Lidah secara Teratur
Seringkali aroma tidak sedap muncul dari sisa makanan di lidah. Membersihkan lidah saat menyikat gigi di waktu sahur dapat membantu menjaga kesegaran mulut lebih lama hingga siang hari tanpa harus menyikat gigi berulang kali.
Menjaga kebersihan mulut saat Ramadhan memang penting, namun memahami aturan syariat jauh lebih utama agar ibadah kalian tidak sia-sia. Dengan mengetahui bahwa jawaban dari apakah gosok gigi membatalkan puasa adalah “tidak” selama dilakukan dengan hati-hati, kalian kini bisa lebih tenang dalam beribadah.
Pastikan untuk selalu mendahulukan keutamaan dan tetap waspada dalam setiap tindakan.
BACA JUGA: 10 Hal Yang Membatalkan Puasa
