Bacaan bilal witir qunut adalah seruan atau ajakan yang dikumandangkan oleh muazin (bilal) untuk menandai rakaat terakhir salat Witir yang menyertakan doa qunut di dalamnya. Perbedaan utama dari seruan witir biasa terletak pada penambahan frasa “ma’al qunuti” sebagai aba-aba bagi jamaah agar mempersiapkan diri mengikuti imam saat berdiri lama untuk berdoa setelah i’tidal.
Daftar Isi Artikel
Teks Bacaan Bilal Witir Qunut (Arab dan Latin)
Menjadi bilal pada paruh kedua bulan Ramadan memerlukan ketelitian, terutama saat mengganti naskah seruan dari witir biasa menjadi witir dengan qunut. Berikut adalah lafal resmi yang digunakan oleh para muazin di berbagai masjid di Indonesia:
اَلصَّلاَ ةَ سُـنَّةً رَكْعَةَ الْوِتْرِ مَعَ الْقُنُوْتِ جَامِعَةً رَحِمَكُمُ اللهُ
Bacaan Latin: Ash-shalâta sunnatan rak’atal witri ma’al qunuti, jâmi‘ah rahimakumullâh.
Artinya: “Mari melaksanakan salat sunnah satu rakaat witir disertai qunut secara berjamaah, semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada kalian.”
Jawaban Jamaah Setelah Seruan Bilal Dilafalkan
Sebagai makmum atau jamaah, kita disunnahkan untuk menjawab seruan bilal dengan kalimat yang mengagungkan Allah dan Rasul-Nya. Jawaban ini berfungsi sebagai bentuk tanbih (pengingat) dan pemantapan niat sebelum takbiratul ihram dimulai.
الصّلاةُ لآ إله إلاَّ الله محمّدٌ رسولُ الله صلّى الله عليهِ وسلّم
Bacaan Latin: Ash-shalatu Lâ ilâha illallâh Muhammadu rasûlullâh shallallâhu ‘alaihi wa sallam.
Artinya: “Salat (didirikan), tiada Tuhan selain Allah, Muhammad adalah utusan Allah, semoga Allah melimpahkan selawat dan salam atasnya.”
BACA JUGA: Bacaan Qunut Tarawih dan Tata Caranya
Perbedaan Pandangan Waktu Pelaksanaan Qunut Witir
Terdapat perbedaan mendasar mengenai kapan bacaan bilal witir qunut ini mulai dikumandangkan berdasarkan mazhab yang dianut. Di Indonesia, tradisi yang berkembang sangat dipengaruhi oleh pandangan Mazhab Syafi’iyah.
| Aspek Perbandingan | Mazhab Syafi’iyah (Mayoritas RI) | Mazhab Malikiyah |
| Awal Pelaksanaan | Dimulai malam le-15 atau ke-16 Ramadan hingga akhir. | Dimulai sejak malam pertama Ramadan. |
| Alasan Teknis | Meneladani praktik Sahabat saat separuh Ramadan berlalu. | Menganggap qunut witir adalah kesatuan ibadah Ramadan penuh. |
| Letak Doa | Dilakukan setelah ruku’ (saat I’tidal). | Umumnya dilakukan sebelum ruku’. |
Makna Spiritual di Balik Seruan Bilal
Mungkin banyak dari kita yang menganggap seruan ini hanya sekadar formalitas. Namun, secara spiritual, perubahan bacaan bilal dari witir biasa menjadi witir qunut menandakan bahwa Ramadan telah memasuki fase “pembebasan dari api neraka” (itqun minan nar). Doa qunut yang panjang di rakaat terakhir adalah simbol permohonan hamba yang semakin intens di penghujung bulan suci.
Oleh karena itu, saat mendengar bilal meneriakkan “ma’al qunuti”, hendaknya hati kita semakin tunduk dan fokus, menyadari bahwa kesempatan untuk berdoa di waktu mustajab ini semakin berkurang seiring berjalannya hari.
