Bacaan subhanal malikil quddus Artinya, Arab dan Latin

Simak bacaan subhanal malikil quddus dan arti lengkapnya. Amalan sunnah setelah sholat witir untuk meraih keberkahan melimpah di bulan Ramadan.

Bacaan subhanal malikil quddus dan arti yang terkandung di dalamnya memiliki kedudukan penting sebagai zikir penyempurna ibadah malam bagi umat Muslim. Rasulullah SAW mengajarkan kalimat tasbih ini untuk dibaca tepat setelah menyelesaikan sholat witir, baik di dalam maupun di luar bulan Ramadhan. Dengan melafalkan zikir tersebut, seorang hamba secara lisan mengakui kesucian Allah SWT sebagai penguasa mutlak alam semesta yang jauh dari segala kekurangan.

Panduan Membaca Subhanal Malikil Quddus Setelah Sholat Witir

Umat Muslim dapat mengamalkan zikir ini sebagai bagian dari rangkaian wirid harian. Para ulama menjelaskan bahwa Rasulullah SAW terbiasa melafalkan kalimat ini sebanyak tiga kali dengan suara yang sedikit dikeraskan pada bacaan ketiga untuk menekankan pengagungan kepada Allah SWT.

Berikut adalah teks lengkap bacaan subhanal malikil quddus dan arti yang perlu Anda ketahui:

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ، سُبُّوحٌ قُدُّوسٌ رَبُّنَا وَرَبُّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ

Latin: Subhaanal malikil qudduus, subbuhun quddusun robbuna wa robbul malaikati warruh.

Artinya: “Maha Suci Engkau penguasa yang memiliki kesucian. Maha Suci Engkau Zat yang memiliki kesucian, Tuhan kami dan Tuhannya para malaikat serta roh (Jibril)”.

Makna Mendalam Sifat Al-Malik dan Al-Quddus

Memahami makna setiap kata dalam zikir ini akan meningkatkan kekhusyukan umat Muslim saat beribadah. Kalimat ini mengombinasikan dua asmaul husna yang sangat agung, yaitu Al-Malik dan Al-Quddus.

  1. Al-Malik (Maha Menguasai): Menegaskan bahwa segala sesuatu yang ada di langit dan bumi berada di bawah kendali Allah SWT sepenuhnya.
  2. Al-Quddus (Maha Kudus): Menunjukkan bahwa Allah bersih dari segala bentuk cacat, kesalahan, maupun sifat-sifat yang serupa dengan makhluk-Nya.

Susunan Lengkap Bacaan Doa Wirid Setelah Selesai Salat Witir

Susunan bacaan doa wirid setelah selesai salat Witir sebagaimana dikutip dari laman NU Online, yaitu:

1. Syahadat

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ

Arab latin: Asyhadu an lā ilāha illallāh.

Artinya: “Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah.”

2. Istighfar

أَسْتَغْفِرُ اللهَ

Bacaan latin: Astaghfirullāh

Artinya: “Aku memohon ampunan Allah.”

3. Permohonan ridha dan surga Allah

أَسْأَلُك رِضَاك وَالْجَنَّةَ وَأَعُوذُ بِك مِنْ سَخَطِك وَالنَّارِ

Arab latin: Allāhumma innī as’aluka ridhāka wal jannah, wa a’ūdzu bika min sakhathika wan nār.

Artinya: “Tuhanku, aku memohon ridha dan surga-Mu. Aku juga berlindung kepada (rahmat)-Mu dari murka dan neraka-Mu.”

4. Poin 1-3 diulang sebanyak 3 kali

5. Tasbih (3 kali)

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ

Arab latin: Subhānal malikil quddūs.

Artinya: “Mahasuci Tuhan yang kudus,” (HR An-Nasa’i dan Ibnu Majah).

6. Pujian kesucian

سُبُّوْحٌ قُدُّوْسٌ رَبُّنَا وَرَبُّ المَلَائِكَةِ وَالرُّوْحِ

Arab latin: Subbūhun, quddūsun, rabbunā wa rabbul malā’ikati war rūh.

Artinya: “Suci dan qudus Tuhan kami, Tuhan para malaikat dan Jibril,” (HR Al-Baihaqi dan Ad-Daruqutni).

7. Pujian atas keluasan ampunan (3 kali)

اللَّهُمَّ إنَّك عَفْوٌ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Arab latin: Allāhumma innaka ‘afuwwun karīmun tuhibbul ‘afwa, fa’fu ‘annī.

Artinya: “Tuhanku, sungguh Kau maha pengampun lagi pemurah. Kau menyukai ampunan, oleh karenanya ampunilah aku.”

8. Pujian atas kemurahan dan kasih-sayang Allah

يَا كَرِيْمُ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Arab latin: Yā karīmu, bi rahmatika yā arhamar rāhimīna.

Artinya: “Wahai Zat yang maha pemurah, (aku memohon) atas berkat rahmat-Mu, wahai Zat yang paling penyayang dari segenap penyayang.”

9. Permohonan ampunan dan keselamatan

اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِرِضَاك مِنْ سَخَطِك وَبِمُعَافَاتِك مِنْ عُقُوبَتِك وَأَعُوذُ بِك مِنْك لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْك أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْت عَلَى نَفْسِك

Arab latin: Allāhumma inī a’ūdzu bi ridhāka min sakhathika, wa bi mu’āfātika min ‘uqūbatika. Wa a’ūdzu bika minka, lā uhshī tsanā’an alayka anta kamā atsnayta ‘alā nafsika.

Artinya: “Tuhanku, aku berlindung kepada ridha-Mu dari murka-Mu dan kepada afiat-Mu dari siksa-Mu. Aku meminta perlindungan-Mu dari murka-Mu. Aku tidak (sanggup) membilang pujian-Mu sebanyak Kau memuji diri-Mu sendiri,” (HR Abu Dawud, Tirmidzi, An-Nasa’i, dan Ibnu Majah).

10. Doa setelah shalat pada umumnya

Terakhir, silakan baca doa-doa shalat seperti biasanya yang Anda pakai.

Keutamaan Zikir Sebagai Saksi Amal di Hari Kiamat

Mengamalkan zikir “Subhanal Malikil Quddus” memberikan manfaat spiritual yang besar, salah satunya adalah menjadi pembela bagi pembacanya di akhirat. Berdasarkan riwayat dalam Sunan at-Tirmidzi, Rasulullah SAW menekankan pentingnya berzikir dengan penuh kesadaran dan ketelitian.

Beberapa poin utama mengenai keutamaan amalan ini meliputi:

1. Menjadi Saksi di Hari Kiamat

Kalimat tasbih, tahlil, dan taqdis yang diucapkan akan menjadi saksi yang berbicara saat manusia dimintai pertanggungjawaban.

2. Pentingnya Menggunakan Jari-Jemari

Rasulullah SAW menganjurkan para perempuan (dan umat Muslim secara umum) untuk menghitung zikir dengan jari agar setiap persendian turut bersaksi atas ketaatan tersebut.

3. Mendekatkan Diri pada Rahmat Allah

Lalai dalam berzikir dapat membuat seseorang menjauh dari rahmat-Nya, sehingga konsistensi dalam membaca doa setelah witir ini sangat krusial.

Mengamalkan bacaan subhanal malikil quddus dan arti setiap malam adalah cara sederhana namun efektif untuk memperkuat iman. Jadikan zikir ini sebagai rutinitas setelah sholat witir agar setiap rakaat yang Anda kerjakan membawa keberkahan dan perlindungan dari Allah SWT.