Sholat Syuruq: Niat, Tata Cara, Waktu, dan Keutamaan

Pelajari panduan lengkap Sholat Syuruq mulai dari pengertian, waktu terbaik, hingga tata caranya untuk meraih keutamaan pahala yang luar biasa di bulan Ramadan.

Bulan Ramadhan selalu menjadi momentum istimewa bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah. Setiap amal kebaikan yang dikerjakan di bulan mulia ini dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT. Tidak mengherankan jika banyak pemuda muslim berlomba-lomba mengisi waktunya dengan berbagai amalan sunnah yang relevan dengan rutinitas harian, salah satunya adalah Sholat Syuruq.

Sholat Syuruq adalah amalan yang kian populer, khususnya dilakukan di pagi hari setelah sholat Subuh. Amalan ini memiliki daya tarik luar biasa karena dalam hadits Nabi disebutkan keutamaannya sebanding dengan pahala haji dan umrah yang sempurna.

Pengertian Sholat Syuruq dan Hubungannya dengan Sholat Dhuha

Secara definisi, Sholat Syuruq adalah sholat sunnah dua rakaat yang dilakukan tepat setelah matahari terbit dan mulai meninggi. Dalam berbagai literatur fikih, sholat ini juga sering disebut dengan nama Sholat Isyraq. Bagi kamu yang sering bertanya-tanya mengenai perbedaannya dengan Dhuha, para ulama memberikan penjelasan yang sangat praktis.

Sholat Syuruq sebenarnya merupakan bagian dari Sholat Dhuha yang dikerjakan di awal waktu. Jika Sholat Dhuha umumnya dilakukan saat matahari sudah cukup tinggi (sekitar jam 8 atau 9 pagi), Sholat Syuruq dilakukan saat transisi waktu ketika matahari baru saja muncul di ufuk timur.

Karena dilakukan pada waktu yang sangat spesifik, ibadah ini menjadi amalan unggulan bagi mereka yang ingin memaksimalkan waktu pagi setelah Subuh dengan berdzikir.

Dalil dan Keutamaan Sholat Syuruq Menurut Hadits Nabi

Meskipun istilah Sholat Syuruq tidak disebutkan secara tersurat dalam Al-Qur’an, namun landasan hukum dan keutamaannya sangat kuat dalam hadits-hadits shahih. Keutamaan yang paling sering dibicarakan adalah ganjaran pahala yang besar bagi pelakunya.

  • Pahala Setara Haji dan Umrah: Berdasarkan hadits riwayat Tirmidzi dari Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa pun yang sholat Subuh berjamaah, lalu duduk berdzikir hingga matahari terbit dan dilanjutkan sholat dua rakaat, maka ia mendapat pahala seperti haji dan umrah secara sempurna.
  • Keberkahan di Pagi Hari: Mengisi waktu antara Subuh dan Syuruq dengan dzikir membantu meningkatkan fokus dan ketenangan batin sebelum memulai aktivitas pekerjaan atau kuliah.
  • Landasan Ulama: Syekh Al-Albani menilai hadits terkait keutamaan ini sebagai hadits hasan, sehingga sangat layak untuk diamalkan oleh setiap muslim.

Waktu Pelaksanaan Sholat Syuruq yang Tepat

Menentukan waktu Sholat Syuruq memerlukan ketelitian agar tidak jatuh pada waktu yang dilarang untuk sholat. Sholat ini tidak boleh dikerjakan tepat saat matahari sedang terbit di cakrawala, melainkan harus menunggu matahari sedikit meninggi.

Para ulama menjelaskan bahwa standar waktu Sholat Syuruq adalah saat matahari telah naik setinggi “satu tombak”. Jika dikonversi ke dalam satuan waktu modern, Sholat Syuruq biasanya dikerjakan sekitar 10 hingga 15 menit setelah waktu matahari terbit (sunrise) yang tertera di jadwal sholat setempat.

Rentang waktu ini dianggap aman agar ibadah kita tidak masuk ke dalam waktu makruh (waktu dilarang sholat).

Pandangan Ulama Mengenai Lokasi Pelaksanaan

Mengenai di mana sebaiknya sholat ini dilakukan, terdapat beberapa preferensi dari imam mazhab besar yang bisa kamu sesuaikan dengan kondisi masing-masing:

MazhabPandangan Lokasi
HanafiMembolehkan dilakukan di rumah maupun di masjid.
MalikiLebih mengutamakan pelaksanaannya di masjid untuk mengejar fadhilah berjamaah.
Syafi’iMenilai lebih baik dilakukan di rumah jika kondisi memungkinkan.
HanbaliBersifat fleksibel, bisa dilakukan di masjid atau di rumah.

Tata Cara Menunaikan Sholat Syuruq Secara Berurutan

Secara umum, tata cara Sholat Syuruq sama dengan sholat sunnah dua rakaat lainnya. Fokus utamanya adalah pada kekhusyukan dan niat yang tulus di dalam hati.

1. Niat Sholat Syuruq

Niat adalah amalan hati. Kamu tidak wajib melafalkannya, namun bagi yang terbiasa, berikut adalah lafadznya:

Ushalli sunnatal isyraqi rak’ataini lillahi ta’ala. (Artinya: “Aku berniat sholat sunnah isyraq dua rakaat karena Allah ta’ala.”)

2. Langkah-Langkah Sholat

Berikut adalah urutan pengerjaannya yang bisa kamu ikuti:

  • Takbiratul Ihram: Memulai sholat dengan mengangkat tangan dan ber-takbir.
  • Rakaat Pertama: Membaca doa Iftitah, Al-Fatihah, dan dianjurkan membaca Surah Ad-Dhuha.
  • Rakaat Kedua: Membaca Al-Fatihah dan dianjurkan membaca Surah Al-Insyirah (Alam Nasyrah) agar hati lebih lapang dalam memulai hari.
  • Gerakan Standar: Melakukan rukuk, i’tidal, sujud, dan duduk di antara dua sujud dengan tenang (tumaninah).
  • Tahiyat Akhir dan Salam: Mengakhiri sholat dengan duduk tasyahud dan mengucap salam.

3. Amalan Pendukung Sebelum Sholat

Untuk mendapatkan pahala sempurna “Haji dan Umrah”, ada protokol yang perlu dilakukan:

  • Sholat Subuh berjamaah (bagi laki-laki di masjid sangat dianjurkan).
  • Berdiam diri di tempat sholat untuk berdzikir, membaca Al-Qur’an, atau menuntut ilmu agama.
  • Tidak melakukan aktivitas sia-sia atau berbicara hal yang tidak perlu hingga waktu Syuruq tiba.

Mengamalkan Sholat Syuruq adalah cara cerdas bagi pemuda muslim untuk mencuri start kebaikan di pagi hari. Dengan durasi yang singkat namun memiliki bobot pahala yang besar, ibadah ini sangat cocok dilakukan di tengah kesibukan mobilitas kaum muda saat ini.