20 Contoh Pantun Ramadhan Lucu: Sahur, Siang, dan Buka Puasa

Kumpulan pantun Ramadhan lucu dan kekinian edisi 2026 ini sangat relevan saat sahur, siang hari dan buka puasa. Cocok untuk postingan media sosial juga.

Ramadhan 2026 telah tiba dengan membawa keberkahan serta momen kebersamaan yang selalu dirindukan setiap tahunnya. Selain fokus meningkatkan kualitas ibadah, suasana menunggu waktu berbuka atau ngabuburit kini semakin semarak dengan berbagai aktivitas seru, mulai dari berburu takjil favorit hingga berbagi konten menarik di media sosial. Agar momen menanti azan Magrib tidak terasa membosankan, membagikan pantun Ramadhan lucu bisa menjadi cara ampuh untuk mencairkan suasana dan menghibur orang-orang terdekat di tengah rasa lapar yang melanda.

Kumpulan pantun Ramadhan lucu dan kekinian edisi 2026 ini sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari, sehingga cocok sekali dijadikan status WhatsApp, caption Instagram, atau sekadar dikirim ke grup keluarga. Dengan menyelipkan humor dalam interaksi digital, suasana berpuasa akan terasa lebih hangat, akrab, dan penuh tawa meskipun perut sedang keroncongan. Berikut adalah deretan pantun jenaka yang bisa langsung kamu gunakan untuk menyambut waktu berbuka dengan penuh keceriaan.

Pantun Waktu Sahur

Pergi ke pasar membeli kapur,
Hati senang mendapat kera.
Ayo bangun kita bersahur,
Biar siang tidak sengsara.

Makan bubur di atas kasur,
Sambil melihat burung merpati.
Cepat bangun buat bersahur,
Sebelum Imsak datang menyapa hati.

Kayu hancur menjadi bubur,
Hutan jati habis ditebang.
Ayo bangun kita bersahur,
Perut kenyang hati pun senang.

Ada semut di dalam sumur,
Sedang asyik memakan gula.
Mata ngantuk tetap bersahur,
Supaya dapat berkah dan pahala.

Menanam sayur di kebun subur,
Hasilnya banyak melimpah ruah.
Jangan malas bangun bersahur,
Ibadah lancar penuh dengan berkah.

Kapal meluncur di atas lumpur,
Membawa barang ke kota sebelah.
Makan sahur jangan sambil tidur,
Nanti nasi masuk ke lubang salah.

Membeli kain bermotif luhur,
Dipakai pergi ke seberang kota.
Semangat kawan untuk bersahur,
Meski nyawa belum kumpul seutuhnya.

Pantun Siang Hari (Saat Lemas/Lapar)

Pergi ke sawah membawa keranjang,
Melihat bebek sedang berenang.
Waktu siang terasa sangat panjang,
Perut keroncongan tak kunjung tenang.

Makan buah di dalam gudang,
Rasanya manis sungguhlah senang.
Lihat kecoa seperti rendang,
Tanda lapar sudah mulai datang.

Jalan-jalan ke kota Padang,
Jangan lupa membeli baju.
Siang hari terasa sangat gersang,
Ingin minum es campur ditambah madu.

Burung terbang ke awan terang,
Mencari makan di dahan tinggi.
Lihat bedug ingin dipukul kencang,
Ternyata masih jam sepuluh pagi.

Membeli benang berwarna terang,
Untuk menjahit baju yang koyak.
Tenggorokan kering bagai padang,
Air liur rasanya ingin ditegak.

Kayu dipotong menjadi panjang,
Untuk dibuat kursi yang kuat.
Badan lemas tak mau dipandang,
Tidur siang adalah obat yang tepat.

Mencari kerang di tepi jurang,
Dapat satu berwarna biru.
Melihat kucing sedang telentang,
Mirip ayam goreng bumbu baru.

Pantun Menjelang Buka Puasa

Membeli paku di toko Bangun,
Sambil membawa tas yang berat.
Sudah lama aku melamun,
Menunggu bedug terasa sangat lambat.

Makan saku sambil berpantun,
Duduk santai di depan taman.
Melihat kolak diatur santun,
Ingin kuserbu dengan sangat cekatan.

Ke hulu membawa sabun,
Mencuci baju di pinggir kali.
Waktu berbuka tinggal seumur jagung,
Aroma masakan menggoda sekali.

Pergi ke kebun memetik timun,
Timun dimakan bersama kawan.
Jangan habiskan waktu melamun,
Ayo siapkan teh manis di depan.

Burung merpati mematuk zaitun,
Terbang tinggi ke arah sana.
Duduk manis dengan sangat santun,
Menanti adzan yang paling bermakna.

Kain tenun bermotif daun,
Dibeli ibu di pasar raya.
Menunggu buka terasa bertahun-tahun,
Sekalinya makan langsung bahagia.

Mendaki gunung sambil berpantun,
Melihat pemandangan yang indah nian.
Adzan berkumandang sangatlah santun,
Selamat berbuka wahai kawan sekalian.