Laju saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) menunjukkan performa gemilang pada penutupan perdagangan Jumat, 13 Februari 2026. Emiten kontraktor pertambangan ini mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 9,73% atau bertambah 55,00 poin ke level Rp620,00 per lembar saham.
Berdasarkan data perdagangan pukul 16.14 WIB, saham DEWA bergerak fluktuatif namun cenderung menguat dengan titik tertinggi harian mencapai Rp625,00. Pergerakan ini didukung oleh volume yang kuat, menempatkan kapitalisasi pasar perseroan di angka Rp25,23 triliun.
Strategi Ekspansi Tambang Emas dan Belanja Modal Rp450 Miliar
Pemicu utama sentimen positif ini adalah langkah berani manajemen DEWA yang mulai mengeksekusi rencana ekspansi ke bisnis pertambangan emas. Perseroan secara resmi mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (Capex) sebesar Rp450 miliar untuk memperkuat amunisi bisnis di luar sektor batu bara.
Fokus utama ekspansi ini terletak pada tambang emas Gayo yang dijadwalkan terus berjalan hingga kuartal IV/2025. Proses eksplorasi fase kedua ditargetkan selesai pada semester I/2026 dengan cakupan wilayah mencapai 30.000 meter.
Henan Putihrai Sekuritas (HPS) melaporkan bahwa langkah ini akan menjadi katalis jangka panjang bagi valuasi perusahaan. “Ini akan diiikuti oleh fase final eksplorasi dengan cakupan luas 50 ribu meter, setelah manajemen mendeklarasikan cadangan JORC. Fasilitas pemrosesan emas ditargetkan tahun 2028,” tulis analis HPS dalam riset yang dikutip pada Jumat (13/2).
Lonjakan Laba Bersih dan Kekuatan Pinjaman Sindikasi Rp5 Triliun
Secara fundamental, kinerja keuangan perseroan mengalami pertumbuhan eksponensial yang mengejutkan pasar. Hingga periode September 2025, laba bersih DEWA tercatat meroket dari Rp9,5 miliar menjadi Rp239 miliar, atau mengalami kenaikan sebesar 2.415%.
Pertumbuhan laba yang masif ini sejalan dengan kenaikan pendapatan sebesar 2,8% menjadi Rp4,7 triliun. Capaian tersebut telah memenuhi 73% dari total proyeksi tahunan yang ditetapkan oleh para analis pasar modal.
Kepercayaan sektor perbankan terhadap fundamental DEWA juga terlihat dari perolehan pinjaman sindikasi senilai Rp5 triliun dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Bank Central Asia Tbk. Pendanaan jumbo ini diharapkan mampu memperlancar eksekusi proyek-proyek strategis di masa depan.
Analisis Valuasi dan Proyeksi Harga Saham ke Level Rp750
HPS mempertahankan rekomendasi buy untuk saham DEWA dengan target harga di level Rp750,00. Jika dibandingkan dengan harga penutupan saat ini di Rp620,00, terdapat potensi upside atau kenaikan harga yang masih cukup terbuka lebar bagi para pemegang saham.
Meskipun saat ini DEWA diperdagangkan dengan Rasio P/E (Price to Earnings) sebesar 92,78 kali, analis menilai angka tersebut masih wajar. Valuasi premium ini mencerminkan ekspektasi tinggi pasar terhadap transformasi DEWA dari sekadar kontraktor tambang menjadi pemilik konsesi tambang mineral.
Selain faktor emas, perpanjangan kontrak operasional dari Arutmin turut menjadi jangkar stabilitas laba bersih perusahaan. Keberhasilan menjaga kepercayaan klien besar ini menegaskan posisi DEWA sebagai pemain utama dalam industri jasa pertambangan nasional.
