Ramadhan 1447 Hijriah kini telah memasuki hari ke-16, dan umat Islam di seluruh Indonesia segera memperingati Nuzulul Quran, yaitu peristiwa turunnya wahyu pertama Al-Quran kepada Nabi Muhammad SAW. Malam penuh keberkahan ini menjadi momen penting bagi umat Muslim untuk meningkatkan ibadah serta memperbanyak membaca Al-Quran. Namun sebelum memperingati malam Nuzulul Quran, penting bagi umat Islam untuk memahami kapan tepatnya malam bersejarah ini jatuh di tahun 2026.
Daftar Isi Artikel
Jadwal Malam Nuzulul Quran 2026
Malam Nuzulul Quran 2026 untuk Muhammadiyah jatuh pada Jumat, 6 Maret 2026, sedangkan NU dan pemerintah memperingatinya pada Sabtu, 7 Maret 2026. Perbedaan ini terjadi karena adanya perbedaan penetapan awal Ramadhan di Indonesia.
Muhammadiyah menggunakan metode hisab dan menetapkan awal puasa pada Rabu, 18 Februari 2026. Sementara pemerintah melalui sidang isbat menetapkan awal Ramadhan pada Kamis, 19 Februari 2026. Akibatnya, malam ke-17 Ramadhan sebagai peringatan Nuzulul Quran juga memiliki dua tanggal berbeda.
Meski terjadi perbedaan tanggal, esensi dari peringatan Nuzulul Quran tetap sama. Ini adalah momentum untuk semakin mencintai dan mengamalkan Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari, bukan ajang perdebatan tentang siapa yang benar.
Makna dan Sejarah Nuzulul Quran
Nuzulul Quran merupakan peristiwa turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril di Gua Hira. Wahyu pertama yang diturunkan adalah Surah Al-Alaq ayat 1-5 yang berbunyi:
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ
Artinya: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan.”
Peristiwa ini terjadi pada malam ke-17 Ramadhan dan menjadi titik awal kenabian Rasulullah sekaligus dimulainya penyebaran ajaran Islam kepada seluruh umat manusia. Karena memiliki nilai sejarah yang sangat besar, malam Nuzulul Quran selalu diperingati dengan berbagai kegiatan keagamaan seperti pengajian, tadarus Al-Quran, hingga tabligh akbar di berbagai masjid.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Qadr ayat 1:
إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ
Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam Lailatul Qadar.”
Ayat ini menjelaskan bahwa Al-Quran diturunkan pada malam yang sangat mulia, yang kemudian dikenal sebagai Lailatul Qadar yang jatuh di salah satu malam ganjil pada sepuluh hari terakhir Ramadhan.
Amalan yang Dianjurkan di Malam Nuzulul Quran
Malam Nuzulul Quran adalah waktu yang tepat untuk memperbanyak ibadah, terutama yang berkaitan dengan Al-Quran. Beberapa amalan yang sangat dianjurkan adalah memperbanyak tilawah Al-Quran dengan target membaca minimal satu juz atau lebih, mengikuti pengajian atau kajian tentang tafsir Al-Quran di masjid atau musholla, melaksanakan sholat malam dengan khusyuk sambil merenungkan ayat-ayat yang dibaca, dan memperbanyak dzikir serta istighfar.
Rasulullah SAW bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari). Malam Nuzulul Quran adalah momentum terbaik untuk meningkatkan kecintaan terhadap kitab suci umat Islam ini.
Selain membaca Al-Quran, kita juga dianjurkan untuk merenungkan maknanya dan berusaha mengamalkan isi kandungannya dalam kehidupan sehari-hari. Al-Quran bukan hanya untuk dibaca, tapi juga untuk dipahami dan diamalkan sebagai pedoman hidup.
Baca juga: Bacaan Bilal Witir Qunut Saat Tarawih
Terlepas dari perbedaan tanggal peringatan antara Muhammadiyah dan NU atau pemerintah, yang terpenting adalah kita memanfaatkan malam Nuzulul Quran untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui Al-Quran. Jadikan malam ini sebagai awal komitmen baru untuk lebih mencintai, mempelajari, dan mengamalkan ajaran Al-Quran sepanjang hidup kita.
