Umat Muslim sering kali menggunakan ungkapan Masyaallah Tabarakallah saat menyaksikan sesuatu yang luar biasa, namun tidak semua memahami kedalaman maknanya. Mengucapkan kalimat ini bukan sekadar bentuk kekaguman terhadap keindahan atau pencapaian, melainkan sebuah pengakuan tulus bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah SWT. Dengan membiasakan diri melafalkan kalimat ini, Anda secara langsung melibatkan Sang Pencipta dalam setiap momen menakjubkan yang ditemui.
Memahami arti dan waktu penggunaan yang tepat dari kalimat ini sangat penting agar nilai ibadahnya tersampaikan dengan benar. Artikel ini akan membahas secara tuntas mengenai gabungan kata tersebut, landasan dalilnya dalam Al-Qur’an, hingga cara memberikan jawaban yang baik saat mendengarnya.
Ringkasan ini diharapkan dapat membantu Umat Muslim untuk lebih bijak dalam bertutur kata sesuai tuntunan agama.
Daftar Isi Artikel
Makna Harfiah Masyaallah Tabarakallah dalam Bahasa Arab
Ungkapan ini sebenarnya terdiri dari dua kalimat berbeda yang memiliki arti unik namun saling melengkapi jika digabungkan. Secara bahasa, kata “Masyaallah” menegaskan bahwa segala sesuatu adalah murni kehendak Allah, sedangkan “Tabarakallah” mengandung doa keberkahan. Ketika digabungkan, kalimat ini menjadi bentuk pengakuan sekaligus permohonan agar nikmat yang ada tetap terjaga dan mendatangkan kebaikan.
Berikut adalah tulisan Arab beserta arti lengkapnya yang perlu diperhatikan:
مَاشَآءَاللّهُ تَبَارَكَ اللهُ
Masyaallah tabarakallah
Artinya: “Apa yang dikehendaki Allah terjadi, semoga Allah memberkati.”
Pemisahan makna ini menunjukkan betapa detailnya Islam dalam mengatur cara manusia merespons sebuah kelebihan. Umat Muslim diajarkan untuk tetap rendah hati dan menyadari bahwa kekuatan manusia sangatlah terbatas tanpa izin dari Allah SWT.
Waktu Penggunaan yang Tepat untuk Menghindari Penyakit Ain
Penyakit ‘ain atau pengaruh buruk dari pandangan mata yang penuh rasa iri adalah hal yang nyata dalam Islam. Oleh karena itu, Umat Muslim sangat dianjurkan mengucapkan kalimat ini saat melihat sesuatu yang indah, prestasi yang membanggakan, atau kemewahan. Tujuannya adalah untuk membentengi objek yang dikagumi agar tidak terkena dampak negatif dari rasa dengki atau kekaguman yang berlebihan.
Selain kalimat gabungan tersebut, terdapat variasi ungkapan lain yang juga diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW untuk merespons hal-hal mengagumkan, antara lain:
Pengamalan Berdasarkan Sunah Rasulullah
Rasulullah SAW memberikan tuntunan khusus bagi Umat Muslim agar tidak memberikan dampak buruk pada hal yang dikaguminya. Beliau menyarankan pelafalan doa berikut ini:
مَا شَاءَ اللهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ
Masya Allah. La quwwata illa billah
Artinya: “Sesuatu dikehendaki Allah. Tiada kekuatan selain kekuatan Allah.”
Saran ini merujuk pada hadis riwayat Anas RA yang menyebutkan bahwa siapa pun yang melihat sesuatu yang membuatnya takjub, lalu mengucapkan kalimat tersebut, maka hal tersebut tidak akan membahayakannya. Oleh karena itu, penggunaan kalimat ini sangat relevan untuk menjaga keharmonisan hubungan sosial dan spiritual.
BACA JUGA: Alhamdulillah Ala Kulli Hal: Arti, Teks Arab, dan Keutamaan
Perintah dalam Surah Al-Kahfi
Landasan lain mengenai penggunaan kalimat pujian ini tertulis secara jelas dalam Surah Al-Kahfi ayat 39. Ayat ini mengisahkan dialog tentang seseorang yang memasuki kebunnya dan seharusnya mengakui kekuasaan Allah:
وَلَوْلَا إِذْ دَخَلْتَ جَنَّتَكَ قُلْتَ مَا شَاءَ اللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ ۚ إِن تَرَنِ أَنَا أَقَلَّ مِنكَ مَالًا وَوَلَدًا
Artinya: “Dan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, la quwwata illa billah” (Sungguh, atas kehendak Allah, semua ini terwujud), tidak ada kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Allah, sekalipun engkau anggap harta dan keturunanku lebih sedikit daripadamu.”
Kedudukan Ucapan yang Benar dalam Akidah Islam
Mengucapkan kalimat yang baik seperti Masyaallah Tabarakallah adalah bagian dari menjalankan perintah Allah SWT untuk senantiasa berkata benar. Islam sangat menekankan pentingnya menjaga lisan karena setiap kata yang keluar akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak. Hal ini sejalan dengan pesan dalam Surah Al-Ahzab ayat 70-71.
Dalam ayat tersebut, Allah memerintahkan orang-orang yang beriman untuk bertakwa dan mengucapkan perkataan yang benar (qawlan sadeedaa). Sebagai balasannya, Allah akan memperbaiki amal perbuatan dan mengampuni dosa-dosa hamba-Nya.
Dengan demikian, membiasakan lisan dengan doa dan dzikir saat melihat keajaiban duniawi bukan hanya soal etika, melainkan juga strategi untuk meraih kemenangan agung di mata Allah.
Cara Memberikan Jawaban atas Ungkapan Masyaallah Tabarakallah
Banyak orang yang bingung bagaimana cara merespons saat seseorang mengucapkan kalimat ini kepada mereka. Secara hukum fikih, tidak ada kewajiban atau sunah khusus untuk menjawab ungkapan ini sebagaimana menjawab salam atau bersin. Namun, sebagai bentuk sopan santun dan apresiasi terhadap doa orang lain, Anda bisa membalasnya dengan ungkapan terima kasih yang mengandung doa balik.
Beberapa pilihan jawaban yang umum dan baik digunakan antara lain:
- Jazakallah khair: Berarti “Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan.”
- Barakallahu fiik: Berarti “Semoga Allah memberkahimu.”
Menjadikan ungkapan Masyaallah Tabarakallah sebagai bagian dari tutur kata sehari-hari akan membantu Anda tetap rendah hati di tengah berbagai pencapaian hidup. Doa ini adalah pengingat konstan bahwa segala keindahan dan keberhasilan yang kita lihat hanyalah titipan dari Sang Pencipta.
BACA JUGA: Qadarullah: Arti dan Makna
Semoga dengan memahami maknanya, Umat Muslim dapat terhindar dari penyakit hati dan selalu berada dalam lindungan keberkahan Allah SWT.
