Sholat Witir merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan setiap malam, tidak terbatas hanya pada bulan Ramadhan saja. Rasulullah SAW memerintahkan umat Muslim untuk menjadikan sholat ini sebagai penutup dari seluruh rangkaian sholat malam (Lail). Hal ini sesuai dengan hadis riwayat Bukhari dan Muslim yang menyebutkan agar sholat terakhir di waktu malam adalah sholat Witir.
Daftar Isi Artikel
Ketentuan dan Waktu Pelaksanaan Sholat Witir
Sholat Witir dikerjakan dengan jumlah rakaat ganjil, mulai dari satu, tiga, lima, hingga maksimal sebelas rakaat. Meskipun bisa dikerjakan langsung setelah sholat Isya, waktu terbaiknya adalah di penghujung malam setelah kalian menyelesaikan sholat sunnah lainnya seperti Tahajud atau Hajat.
Bagi umat Muslim yang terbiasa melaksanakan tiga rakaat, terdapat metode yang umum digunakan yaitu membagi sholat menjadi dua bagian: dua rakaat pertama diakhiri dengan salam, kemudian dilanjutkan kembali dengan satu rakaat tunggal sebagai pengganjil.
Bacaan Niat Sholat Witir 3 Rakaat 2 Salam
Dalam metode ini, kalian perlu membaca niat sebanyak dua kali karena terdapat dua kali prosesi salam. Berikut adalah bacaan niat yang dibedakan berdasarkan urutan rakaatnya:
1. Niat Dua Rakaat Pertama
أُصَلِّيْ سُنَّةً مِنَ الْوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatal minal witri rak’ataini lillâhi ta’âlâ. Artinya: “Aku niat sholat sunnah Witir dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
2. Niat Satu Rakaat Terakhir
أُصَلِّيْ سُنَّةً مِنَ الْوِتْرِ رَكْعَةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatal minal witri rak’atan lillâhi ta’âlâ. Artinya: “Aku niat sholat sunnah Witir satu rakaat karena Allah Ta’ala.”
Panduan Langkah demi Langkah Tata Cara Sholat Witir 3 Rakaat 2 Salam
Pelaksanaan sholat ini pada dasarnya sama dengan sholat sunnah lainnya, namun terdapat urutan surah pendek yang disunnahkan untuk dibaca agar ibadah kalian lebih sempurna. Berikut adalah urutan teknisnya:
Dua rakaat pertama:
- Mengucap niat sholat witir dua rakaat pertama
- Mengucapkan takbir ketika takbiratul ihram
- Membaca Surat Al Fatihah
- Membaca Surat Al A’laa
- Rukuk
- Iktidal
- Sujud pertama
- Duduk di antara dua sujud
- Sujud kedua
- Berdiri dan masuk rakaat kedua
- Membaca Surat Al Fatihah
- Membaca Surat Al Kafirun
- Rukuk
- Iktidal
- Sujud pertama
- Duduk di antara dua sujud
- Sujud kedua
- Duduk tasyahud akhir
- Salam pada akhir rakaat kedua
Satu rakaat terakhir:
- Berdiri lagi untuk mengerjakan sholat witir satu rakaat
- Membaca niat sholat witir 1 rakaat
- Mengucapkan takbir saat takbiratul ihram
- Membaca Surat Al Fatihah
- Membaca Surat Al-Ikhlas, atau Al-Falaq, atau An-Nas
- Rukuk
- Iktidal
- Sujud pertama
- Duduk di antara dua sujud
- Sujud kedua
- Duduk tasyahud akhir
- Salam.
Setelah salam terakhir, dilanjutkan dengan mengucap dzikir dan membaca doa.
Bacaan Dzikir dan Doa Sesudah Sholat Witir
Setelah menyelesaikan salam terakhir, kalian sangat dianjurkan untuk tidak langsung beranjak, melainkan melafalkan dzikir dan doa. Hal ini bertujuan untuk memohon perlindungan dan ridha dari Allah SWT atas ibadah yang telah dilakukan.
Dzikir yang dibaca (3 kali):
سُبْحَانَ المَلِكِ القُدُّوسِ
Subhanal Malikil Quddus.
Artinya: “Mahasuci Allah Dzat Yang Maha Merajai dan Yang Maha Esa.”
Doa Setelah Sholat Witir
Kalian dapat melanjutkan dengan membaca doa perlindungan yang berisi pengakuan atas segala keterbatasan diri di hadapan Allah SWT. Doa ini mencakup permohonan agar dijauhkan dari kemurkaan Allah dan berlindung dengan maaf-Nya dari segala siksaan. Mengakhiri sholat dengan doa yang khusyuk akan memberikan ketenangan batin sebelum kalian beristirahat.
BACA JUGA: Doa Setelah Sholat Tarawih dan Sholat Witir
