Sholat Witir merupakan salah satu ibadah sunnah yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Sebagai ibadah penutup rangkaian sholat malam (Lail), sholat ini dikerjakan dengan jumlah rakaat ganjil. Melaksanakan sholat Witir secara rutin tidak hanya menjadi pelengkap ibadah, tetapi juga merupakan bentuk ketaatan atas anjuran Rasulullah SAW yang sangat menekankan pentingnya witir bagi umat Muslim.
Daftar Isi Artikel
Hukum dan Keutamaan Melaksanakan Sholat Witir
Sholat Witir memiliki hukum sunnah muakkad, yang berarti ibadah ini sangat dianjurkan untuk dikerjakan. Sayyid Sabiq dalam buku Fikih Sunnah menjelaskan bahwa Rasulullah SAW hampir tidak pernah meninggalkan sholat ini, baik saat sedang bermukim maupun dalam perjalanan. Hal ini menunjukkan betapa besarnya nilai ibadah tersebut di mata Allah SWT.
Terdapat beberapa poin penting mengenai keutamaan sholat Witir berdasarkan hadits Nabi SAW:
- Dicintai oleh Allah SWT: Allah itu witir (ganjil) dan sangat menyukai segala sesuatu yang ganjil.
- Wasiat Rasulullah SAW: Beliau memberikan pesan khusus kepada para sahabat, khususnya Ahlul Qur’an, untuk tidak melewatkan sholat Witir setiap malamnya.
- Penyempurna Sholat Malam: Witir berfungsi sebagai pengunci atau penutup dari seluruh rangkaian sholat sunnah yang dikerjakan sebelumnya.
Waktu Pelaksanaan Sholat Witir Menurut Ulama
Waktu pelaksanaan sholat Witir dimulai setelah umat Muslim menunaikan sholat Isya hingga sebelum masuknya waktu fajar atau Subuh. Hal ini memberikan fleksibilitas bagi para pemuda yang memiliki rutinitas padat untuk tetap bisa melaksanakannya, baik langsung setelah Isya maupun di sepertiga malam terakhir setelah sholat Tahajud.
Berdasarkan kesepakatan ulama dan hadits riwayat Ahmad, Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah SWT memberikan tambahan sholat bagi umat-Nya, yaitu Witir, yang waktunya membentang dari selesainya sholat Isya hingga terbit fajar.
Panduan Lengkap Tata Cara Sholat Witir 3 Rakaat 1 Salam
Ada dua metode umum dalam mengerjakan sholat Witir tiga rakaat. Pertama adalah dengan dua rakaat (salam) kemudian ditambah satu rakaat lagi. Kedua adalah dengan melaksanakan tiga rakaat sekaligus dengan satu kali salam tanpa membaca tahiyat awal. Berikut adalah urutan tata cara sholat Witir 3 rakaat 1 salam secara mendetail:
1. Membaca Niat
Dikutip dari buku Kitab Lengkap Shalat, Shalawat, Zikir, dan Doa karya Puspa Swara dan Ibnu Watiniyah, berikut merupakan bacaan niat sholat Witir tiga rakaat,
أُصَلَّى سُنَّةَ الْوِتْرِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلَّهِ تَعَالَى
Bacaan latin: Ushallii sunnatal witri tsalaatsa raka-‘aatin mustaqbilal qiblati lillaahi ta’aalaa
Artinya: “Aku niat sholat sunah Witir 3 rakaat menghadap kiblat karena Allah.”
2. Takbiratul Ihram
اللَّهُ أَكْبَرُ
Bacaan latin: Allahu Akbar
Artinya: “Allah Maha Besar.” (HR Muslim dan Ibnu Majah
3. Membaca Surah Al-Fatihah
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ ١ . اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ ٢ . الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ ٣ . مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ ٤ . اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ ٥ . اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ ٦ . صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ ࣖ ٧
Bacaan latin: Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm. Al-ḥamdu lillāhi rabbil-‘ālamīn. Ar-raḥmānir-raḥīm. Māliki yaumid-dīn. Iyyāka na’budu wa iyyāka nasta’īn
Ihdināṣ-ṣirāṭal-mustaqīm. Ṣirāṭal-ladhīna an’amta ‘alaihim ghairil-maghḍūbi ‘alaihim walāḍ-ḍāllīn
Artinya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Pemilik hari Pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan.Bimbinglah kami ke jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) orang-orang yang sesat.”
4. Membaca Surah Pendek
Disebutkan dalam Tafsir Ibnu Katsir Jilid 8, menurut hadits yang berasal dari Aisyah RA, Nabi SAW pernah membaca surah Al-A’la, surah Al-Kafirun, surah Al-Ikhlas, surah Al-Falaq, dan surah An-Nas saat mengerjakan sholat Witir.
5. Rukuk
سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ
Bacaan latin: Subhaana rabbiyal ‘adhiimi wabihamdihi (3x)
Artinya: “Maha suci Tuhanku yang Maha Agung dan segala puji bagi-Nya.”
6. Iktidal (membaca qunut pada rakaat terakhir)
سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ
Latin: Sami Allahu liman hamidah.
Artinya: “Allah mendengar orang-orang yang memuji-Nya.”
7. Sujud
سُبْحَانَ رَبِّىَ الأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
Bacaan latin: Subhaana rabbiyal ‘alaa wa bihamdih (3x)
Artinya: Maha suci Rabb-ku yang Maha Tinggi dan memujilah aku kepada-Nya.
8. Tahiyat Akhir
التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ , أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ , اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
Bacaan latin: At tahiyyaatul mubaarakaatush shalawaatuth thoyyibaatulillaah. as salaamu’alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullaahi wabarakaatuh, assalaamu’alaina wa’alaa ibaadillaahishaalihiin. asyhaduallaa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna muhammad rasuulullaah.
allaahumma shalli’alaa muhammad, wa’alaa aali muhammad. kamaa shallaita alaa ibraahiim wa alaa aali ibraahiim. wabaarik’alaa muhammad wa alaa aali muhammad. kamaa baarakta alaa ibraahiim wa alaa aali ibraahiim, fil’aalamiina innaka hamiidum majiid.
Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat atas keluarga Nabi Muhammad, seperti rahmat yang Engkau berikan kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan limpahkanlah berkah atas Nabi Muhammad beserta para keluarganya, seperti berkah yang Engkau berikan kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya, Engkau lah Tuhan yang sangat terpuji lagi sangat mulia di seluruh alam.”
9. Salam
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ
Bacaan latin: Assalaamu alaikum wa rahmatullah.
Artinya: “Semoga keselamatan dan rahmat Allah dilimpahkan kepadamu.”
Bacaan Doa Qunut dalam Sholat Witir di Akhir Ramadhan
Berikut adalah bacaan doa Qunut yang dapat dilafalkan oleh umat Muslim untuk memohon petunjuk dan perlindungan kepada Allah SWT yang biasanya dibaca saat 15 hari terakhir bulan Ramadhan.
اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِي فِيْمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِي فِيْمَنْ تَوَلَّيتَ وَبَارِكْ لِي فِيْمَا أَعْطَيْتَ وَقِنِي شَرَّ مَا قَضَيْتَ فَإِنَّكَ تَقْضِي وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ
Allaahummah dinii fiiman hadait, wa ‘aafinii fiiman ‘aafait, wa tawallanii fiiman tawallait, wa baarik lii fiima a’thait, wa qinii syarra maa qadhait, fa innaka taqdhi wa laa yuqdhaa ‘alaik, wa innahu laa yadzillu man waalait, tabaarakta rabbanaa wata-‘aalait.
Artinya: “Ya Allah, berilah aku petunjuk di antara orang-orang yang Engkau beri petunjuk, dan berilah aku keselamatan di antara orang-orang yang telah Engkau beri keselamatan, uruslah diriku di antara orang-orang yang telah Engkau urus, berkahilah untukku apa yang telah Engkau tetapkan, sesungguhnya Engkau Yang memutuskan dan tidak diputuskan kepadaku, sesungguhnya tidak akan hina orang yang telah Engkau jaga dan Engkau tolong. Engkau Maha Suci dan Maha Tinggi.”
Baca juga: Kapan Doa Qunut Witir Mulai Dibaca? Ini Tatacaranya
Melaksanakan sholat Witir dengan benar dan istiqomah adalah salah satu langkah bagi umat Muslim untuk menjaga kedekatan spiritual dengan Sang Pencipta.
Dengan memahami tata cara serta waktu pelaksanaannya, ibadah penutup malam ini bisa menjadi rutinitas yang memberikan ketenangan hati dan keberkahan dalam menjalani hari.
