Memasuki pertengahan bulan Ramadan, umat Muslim mulai melaksanakan tradisi ibadah yang khas, yaitu pembacaan doa qunut pada saat salat witir. Momen ini biasanya menjadi penanda bahwa kita telah melewati separuh perjalanan di bulan suci. Doa qunut witir sendiri merupakan amalan yang sangat dianjurkan (sunnah muakkadah) untuk menambah kekhusyukan dan memohon keberkahan di sisa hari Ramadan.
Daftar Isi Artikel
Waktu Pelaksanaan Doa Qunut pada Salat Witir Tarawih Ramadan
Penentuan waktu dimulainya doa qunut sering menjadi pertanyaan bagi sebagian orang. Berdasarkan pandangan mayoritas ulama, khususnya dalam Mazhab Syafi’i yang banyak diikuti di Indonesia, doa qunut dalam salat witir mulai dibaca pada malam ke-16 Ramadan hingga akhir bulan.
Landasan dari amalan ini merujuk pada perilaku sahabat Nabi, Ibnu Umar, serta pendapat Imam As-Syafi’i yang menyatakan bahwa qunut dilakukan pada separuh kedua bulan Ramadan. Jika Anda mengikuti ketetapan pemerintah dalam memulai puasa, Anda dapat menghitung malam ke-16 sebagai titik awal dimulainya pembacaan doa ini setelah melakukan ruku pada rakaat terakhir salat witir.
Bacaan Doa Qunut Witir Lengkap dengan Artinya
Doa qunut mengandung permohonan petunjuk, perlindungan, dan keberkahan kepada Allah SWT. Berikut adalah bacaan doa qunut dalam bahasa Arab, latin, beserta artinya yang dapat Anda hafalkan:
Teks Arab:
اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِي فِيمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِي فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِي شَرَّ مَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِي وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ، فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ، وَأَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Transliterasi Latin: Allahummahdinii fii man hadait, wa ‘aafiinii fii man ‘aafait, wa tawallanii fii man tawallait, wa baariklii fii maa a’thait, wa qinii syarra maa qadhait, fa innaka taqdhii wa laa yuqdhaa ‘alaik, wa innahuu laa yadzillu man waalait, wa laa ya’izzu man ‘aadait, tabaarakta rabbanaa wa ta’aalait, fa lakal hamdu ‘alaa maa qadhait, wa astaghfiruka wa atuubu ilaik, wa shallallaahu ‘alaa sayyidinaa muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa sallam.
Artinya: “Ya Allah, berikanlah aku petunjuk seperti orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk. Berilah aku perlindungan seperti orang-orang yang telah Engkau beri perlindungan. Berilah aku pertolongan sebagaimana orang-orang yang telah Engkau beri pertolongan. Berilah berkah pada segala yang telah Engkau berikan kepadaku. Jauhkanlah aku dari segala kejahatan yang telah Engkau pastikan. Sesungguhnya Engkau adalah Dzat yang Maha Menentukan dan Engkau tidak dapat ditentukan. Tidak akan hina orang yang Engkau lindungi. Dan tidak akan mulia orang yang Engkau musuhi. Engkau Maha Suci dan Maha Luhur. Segala puji bagi-Mu atas segala yang Engkau pastikan. Aku memohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Tata Cara Melakukan Doa Qunut dalam Salat Witir
Melaksanakan qunut pada salat witir memiliki urutan yang sistematis. Anda perlu memperhatikan posisi dan perubahan kata ganti (dhomir) jika posisi Anda bertindak sebagai imam atau makmum.
1. Posisi Berdiri I’tidal pada Rakaat Terakhir
Doa qunut dilakukan pada rakaat terakhir salat witir. Setelah Anda bangun dari ruku, berdirilah tegak (i’tidal) sambil membaca “Sami’allahu liman hamidah”. Pastikan posisi tubuh sudah stabil sebelum memulai doa.
2. Mengangkat Tangan Saat Berdoa
Saat posisi sudah tegak, angkatlah kedua tangan setinggi dada dengan telapak tangan menghadap ke atas, layaknya sedang berdoa pada umumnya. Anda tidak perlu mengusap wajah setelah selesai membaca doa qunut; cukup langsung melakukan sujud.
3. Penyesuaian Bacaan untuk Imam, Makmum, dan Munfarid
Terdapat perbedaan kecil dalam redaksi doa tergantung peran Anda dalam salat jamaah:
- Shalat Sendiri (Munfarid): Menggunakan kata “Allahummah dinii” (Berilah aku petunjuk).
- Menjadi Imam: Menggunakan kata “Allahummah dinaa” (Berilah kami petunjuk) dengan suara yang dikeraskan agar didengar makmum.
- Menjadi Makmum: Tidak perlu membaca doa secara lengkap, cukup mengangkat tangan dan mengaminkan setiap potongan doa yang dibacakan oleh imam.
Ketentuan Hukum dan Solusi Jika Belum Menghafal Doa Qunut
Perlu dipahami bahwa hukum membaca doa qunut adalah sunnah muakkadah menurut Mazhab Syafi’i. Artinya, amalan ini sangat dianjurkan untuk dikerjakan guna menambah kesempurnaan salat. Namun, apabila Anda lupa atau belum sempat melakukannya, salat witir Anda tetap dianggap sah dan tidak batal.
Bagi Anda yang belum menghafal teks doa qunut secara lengkap, terdapat beberapa solusi yang bisa dilakukan agar tetap mendapatkan keutamaan qunut:
- Membaca Doa Sapu Jagat: Anda diperbolehkan mengganti doa qunut dengan doa lain yang mengandung permohonan kebaikan, seperti “Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhirati hasanah waqina adzabannar”.
- Membaca Doa Singkat Lainnya: Inti dari qunut adalah pujian dan permohonan kepada Allah, sehingga doa kebaikan apa pun secara teknis dapat memenuhi unsur qunut.
Menjalankan ibadah di sisa bulan Ramadan adalah kesempatan berharga untuk terus memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Dengan memahami tata cara dan bacaan doa qunut witir, semoga ibadah malam Anda menjadi lebih bermakna dan khusyuk.
Jangan ragu untuk mulai menghafalkannya agar Anda bisa mempraktikkannya dengan lebih percaya diri di masjid maupun di rumah.
