Doa Penutup Penghujung Ramadhan

Doa penutup penghujung Ramadhan merupakan amalan penting untuk memohon agar seluruh ibadah kita selama sebulan penuh diterima oleh Allah SWT.

Doa penutup penghujung Ramadhan adalah rangkaian permohonan yang dipanjatkan umat muslim di akhir bulan suci untuk meminta agar puasa, salat tarawih, sedekah, dan tadarus yang telah dilakukan diterima sebagai amal saleh. Berdasarkan petunjuk para ulama, doa ini sangat dianjurkan dibaca pada sore hari di hari terakhir Ramadan, tepatnya setelah melaksanakan salat asar. Tujuannya adalah agar kita tidak meninggalkan bulan yang penuh berkah ini tanpa kepastian ampunan dan keridaan dari Allah SWT.

Apa Bacaan Doa Penutup Penghujung Ramadhan?

Salah satu doa yang sangat dianjurkan untuk kita baca adalah doa yang diijazahkan oleh Pengasuh Pesantren An-Nawawi Berjan Purworejo, KH Achmad Chalwani. Doa ini mencakup permohonan agar kita menjadi golongan orang yang menang dan kembali suci.

Berikut adalah teks lengkapnya sebagaimana dikutip dari NU Online:

اللهم اختم رمضان لنا ولكم بالقبول. واجعل صيامنا وصيامكم وسيلة للطهور. واجعل قيامنا وقيامكم تكفيra للذنوب طول الدهور. اللهم ثبت حبنا وحبكم لله العزيز الغفور. وثبت و عطر حبنا و حبكم لسيدنا وحبيبنا وشفiecنا محمد وعلى أهل بيته أهل الصدق والطهور. اللهم اجعلنا وإياكم من العائدين والفا ئزين وكل عام وانتم بخير.

Teks Latin: Allaahummakhtim Ramadhaana lanaa walakum bil qabuuli. Waj’al shiyaamana washiyaamakum wasiilatan liththuhuuri. Waj’al qiyaamana wa qiyaamakum takfiiran lidzdzunuubi thuuladduhuuri. Allaahumma tsabbit hubbanaa wa hubbakum lillaahil ‘aziizil ghafuuri. Wa tsabbit wa ‘aththir hubbanaa wa hubbakum lisayyidina wa habiinaa wa syafii’ina Muhammadin wa ‘alaa ali baitihi ahlishshidqi wath thuhuuri. Allahummaj’alnaa wa iyyakum minal ‘aaidiina wal faaiziina wa kullu ‘aamin wa antum bikhairin.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Membaca Doa Ini?

Waktu terbaik untuk melantunkan doa ini adalah pada waktu asar di hari ke-29 atau ke-30 Ramadan, tergantung pada hasil sidang isbat yang ditetapkan pemerintah. Pada saat-saat terakhir sebelum matahari terbenam dan azan magrib berkumandang menandakan masuknya 1 Syawal, kita sebaiknya memperbanyak zikir dan menutupnya dengan doa di atas.

Membaca doa di penghujung waktu ini memberikan kesan bahwa kita mengakhiri sebuah perjalanan ibadah panjang dengan penuh rasa rendah hati dan harapan.

Alasan Menghidupkan Malam Idul Fitri dengan Ibadah

Setelah membaca doa penutup di sore hari, tugas kita belum selesai. Kita sangat dianjurkan untuk menghidupkan malam hari raya (malam Idul Fitri) dengan berbagai ibadah atau disebut dengan qiyamul lail. Ada keutamaan besar bagi umat muslim yang tidak melewatkan malam ini hanya dengan hura-hura. Hal ini berdasarkan pernyataan resmi dalam hadits Rasulullah SAW:

مَنْ قَامَ لَيْلَتَىِ الْعِيدَيْنِ لِلهِ مُحْتَسِبًا لَمْ يَمُتْ قَلْبُهُ يَوْمَ تَمُوتُ الْقُلُوب. (رواه الشافعي وابن ماجه)

Artinya: “Siapa saja yang qiyamul lail pada dua malam Id (Idul Fitri dan Idul Adha) karena Allah demi mengharap ridha-Nya, maka hatinya tidak akan mati pada hari di mana hati manusia menjadi mati.” (HR As-Syafi’i dan Ibn Majah).

Daftar Amalan Utama di Malam Lebaran

Selain melaksanakan salat malam, ada beberapa hal nyata yang bisa kita lakukan untuk menghiasai malam kemenangan agar tetap berada dalam koridor ibadah yang benar:

  • Memperbanyak Bacaan Takbir Rasulullah SAW bersabda, “Zayinuu a’yaadakum bittakbiir” yang artinya hiasilah hari raya kalian dengan memperbanyak membaca takbir.
  • Mengingat Janji Ampunan Dosa Dalam hadits lain disebutkan bahwa memperbanyak takbir pada malam hari raya dapat melebur dosa-dosa kita yang telah lalu.
  • Menyiapkan Zakat Fitrah Pastikan kita sudah menyelesaikan kewajiban zakat fitrah sebelum khatib naik mimbar esok hari agar ibadah puasa kita semakin sempurna.
  • Menyambung Silaturahmi Mulai menghubungi kerabat atau tetangga untuk saling memaafkan, baik secara langsung maupun melalui pesan singkat jika jarak tidak memungkinkan.

Mengapa Kita Harus Memohon Penerimaan Amal?

Kita tentu sudah berupaya semaksimal mungkin selama sebulan ini dengan berpuasa, tarawih, hingga sedekah. Namun, sebagai manusia, kita tidak pernah tahu apakah ibadah tersebut dilakukan dengan sempurna tanpa cacat.

Oleh karena itu, doa penutup menjadi sangat krusial. Kita mengakui kekurangan kita dan bersandar pada kemurahan Allah agar seluruh jerih payah kita tidak sia-sia dan benar-benar menjadikan kita pribadi yang bertakwa sesuai tujuan awal puasa.