10 Kata-Kata Ucapan Sungkem Lebaran Bahasa Jawa Tahun 2026

Inilah kumpulan contoh kalimat sungkem lebaran bahasa Jawa halus yang benar untuk memohon maaf kepada orang tua saat Idul Fitri 1447 H.

Sungkem lebaran bahasa Jawa adalah tradisi memohon maaf kepada orang tua atau kerabat yang lebih tua dengan cara bersimpuh dan mencium tangan sebagai tanda bakti dan penghormatan.

Di masyarakat Jawa, kegiatan ini dilakukan untuk membersihkan diri dari kesalahan serta memohon doa restu agar kehidupan di masa depan menjadi lebih baik. Penggunaan bahasa Jawa halus atau Krama Inggil sangat penting dalam prosesi ini untuk menunjukkan tata krama dan rasa rendah hati seorang anak kepada orang tuanya.

Apa Itu Tradisi Sungkem saat Idul Fitri?

Sungkem merupakan bagian dari adat istiadat yang kuat di tanah Jawa. Saat hari raya tiba, kita biasanya berkumpul di rumah orang tua atau sesepuh. Anak-anak akan bergantian duduk bersimpuh di depan orang tua untuk mengucapkan kalimat permohonan maaf. Hal ini bukan sekadar rutinitas, melainkan cara nyata untuk mengakui kesalahan yang pernah dilakukan, baik yang disengaja maupun tidak, agar hubungan keluarga kembali harmonis dan suci.

Daftar Kata-kata Sungkem Lebaran Bahasa Jawa Halus

Bagi kita yang ingin mengucapkan permohonan maaf dengan bahasa yang santun, berikut adalah beberapa pilihan kalimat yang bisa digunakan saat hari raya Idul Fitri 1447 H mendatang:

Bapak/ibu, wonten ing dinten riyaya menika, dalem nyuwun pangapunten sedaya kalepatan ingkang sampun kula tindaaken dumateng bapak/ibu. (Bapak/ibu, di hari lebaran ini, saya minta maaf atas semua kesalahan yang telah saya lakukan kepada bapak/ibu).

Kula nyuwun agunging pangaksami dumateng Bapak/Ibu, menawi wonten kalepatan ingkang disengaja napa mboten. Mugi-mugi Gusti Allah tansah paring ridho. (Saya minta maaf sebesar-besarnya kepada Bapak/Ibu, jika ada kesalahan yang disengaja atau tidak. Semoga Allah selalu memberikan ridhonya).

Dalem minangka putra, mbok bilih wonten klenta klentunipun anggen kulo matur ugi tindak tandukipun ingkang ndadosaken penggalihipun Bapak/Ibu, kula nyuwun ngapunten ing dinten riyadin menika. (Saya sebagai anak, mungkin jika terdapat kesalahan di dalam berucapa dan tingkah laku saya yang membuat Bapak/Ibu tidak berkenan, saya mohon maaf dihari raya Idul Fitri ini).

Dalem sakeluarga ngaturaken wilujeng Idul Fitri 1447 Hijriyah kagem bapak saha ibu. Nyuwun agengipun pangaksami. (Saya dan keluarga mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah kepada bapak/ibu. Mohon maaf yang sebesar-besarnya).

Wonten ing dinten riyadin menika, dalem nyuwun gunging pangaksami kalian bapa/ibu. Dalem ugi nyuwun tambah doa restu supados keparingan urip mulya. (Di hari lebaran ini, saya minta maaf yang sebesar-besarnya kepada bapak/ibu. Saya juga mohon doa restu agar diberikan kehidupan yang mapan).

Ngaturaken sembah pangabekti dumateng tiyang sepah kekalih. Kula nyuwun pangapunten saking kalepatan ingkang dipun sengaja punapa mboten, nyuwun agenge pangaksami. (Bakti saya haturkan kepada kedua orang tua, mohon maaf atas kesalahan baik yang disengaja ataupun tidak, minta maaf yang sebesar-besarnya).

Ing dinten riyadin menika, kula nyuwun agenging pangaksami saking sedaya kalepatan ugi tumindak ingkang mboten remen ing penggalih Bapak/ibu. (Di hari raya lebaran ini, saya mohon maaf sebesar-besarnya atas segala kesalahan dan perbuatan yang kurang berkenan di hati Bapak/Ibu).

Nyuwun agunge samudra pangaksami bapak/ibu saking sedoyo kalepatan ingkang sampun kula lampahi. (Mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada bapak/ibu atas semua kesalahan yang sudah saya lakukan).

Bapak/ibu, atur bekti kula unjuk dumateng panjenengan. Nyuwun pangapunten sedaya kalepatan lahir bathos ugi nyuwun doa dumateng kula lan keluarga. (Bapak/ibu, persembahan bakti saya kepada keduanya. Mohon maaf atas segala kesalahan lahir batin dan mohon doa kepada saya dan keluarga).

Kula ngaturaken sugeng Idul Fitri, mugi-mugi sedaya kalepatan kula saged dipun lebur ing dinten ingkang suci menika. (Saya mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri, semoga semua kesalahan saya dapat dihapuskan di hari yang suci ini).

Alasan Mengapa Harus Menggunakan Bahasa Jawa Halus

Menggunakan bahasa Jawa Krama Inggil atau bahasa halus saat berhadapan dengan orang tua adalah bentuk nyata dari rasa hormat. Dalam budaya kita, cara berbicara mencerminkan kepribadian seseorang.

Dengan memakai pilihan kata yang tepat, orang tua akan merasa lebih dihargai dan disayangi. Selain itu, suasana lebaran akan terasa lebih sakral dan penuh haru ketika kita mampu menyampaikan rasa sesal dan terima kasih dengan tutur kata yang lemah lembut.

Menguasai beberapa pilihan kalimat di atas akan sangat membantu kita saat pulang kampung nanti. Tidak perlu merasa kaku, yang terpenting adalah niat tulus dari dalam hati untuk memperbaiki diri.

Semoga daftar contoh sungkem lebaran bahasa Jawa ini bisa mempermudah kita semua dalam menjalin silaturahmi yang lebih erat dengan keluarga besar di hari yang penuh kemenangan.

BACA JUGA: Bacaan Disela Takbir 7x Sholat Idul Fitri