Shalat Tarawih 2 Rakaat Salam atau 4 Rakaat Salam, Mana Lebih Utama?

Apakah sebaiknya shalat tarawih 2 rakaat salam atau 4 rakaat salam? Pahami landasan hukum, perbedaan jumlah rakaat, serta tata cara pelaksanaannya menurut para ulama dalam artikel ini.

Ibadah Tarawih merupakan momen yang paling dinantikan saat bulan Ramadhan tiba. Namun, bagi anak muda yang ingin menjalankan ibadah dengan lebih maksimal, sering kali muncul pertanyaan teknis mengenai formasinya.

Salah satu perdebatan yang sering muncul adalah mengenai teknis pelaksanaannya: apakah shalat tarawih 2 rakaat salam atau 4 rakaat salam yang lebih sesuai untuk dikerjakan?

Dalam pandangan Islam, sebenarnya tidak ada jawaban tunggal yang mutlak benar atau salah dalam hal ini. Perbedaan cara salam tersebut merupakan bagian dari ijtihad atau perbedaan pendapat yang sah di kalangan ulama. Baik formasi dua rakaat maupun empat rakaat, keduanya memiliki landasan dalil yang kuat.

Memahami konteks di balik perbedaan ini akan membantu Anda menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk tanpa perlu merasa bingung.

Daftar Isi Artikel

Landasan Perbedaan Jumlah Rakaat Shalat Tarawih

Sebelum membahas mengenai teknis salam, penting untuk memahami konteks jumlah rakaat yang umum dilaksanakan di Indonesia, yaitu 11 rakaat dan 23 rakaat. Perbedaan ini didasari oleh perspektif yang berbeda dalam memandang keutamaan ibadah.

  • Keutamaan 11 Rakaat (8 Tarawih + 3 Witir): Pendapat ini merujuk pada praktik Nabi Muhammad SAW sebagaimana diriwayatkan oleh Aisyah RA, bahwa beliau tidak pernah menambah lebih dari 11 rakaat. Fokus utama dari formasi ini adalah kualitas bacaan yang panjang serta ketenangan (thuma’ninah) dalam setiap gerakannya.
  • Keutamaan 23 Rakaat (20 Tarawih + 3 Witir): Formasi ini diikuti oleh mayoritas ulama (Jumhur) dari empat mazhab. Landasannya adalah ketetapan para sahabat pada masa Khalifah Umar bin Khattab. Secara kuantitas, 20 rakaat dianggap utama karena memperbanyak jumlah sujud dan zikir di malam Ramadhan.

Penjelasan Shalat Tarawih 2 Rakaat Salam atau 4 Rakaat Salam

Mengenai teknis pelaksanaan, perbedaan antara shalat tarawih 2 rakaat salam atau 4 rakaat salam merujuk pada rujukan organisasi Islam besar di Indonesia, yaitu Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU). Keduanya memberikan panduan yang jelas berdasarkan hadis yang mereka jadikan pegangan.

Tata Cara 4 Rakaat Sekali Salam Menurut Muhammadiyah

Muhammadiyah, melalui Majelis Tarjih, menetapkan bahwa shalat Tarawih dapat dilakukan dengan formasi 4 rakaat + 4 rakaat + 3 rakaat (Witir). Hal ini merujuk pada HR. Bukhari dan Muslim dari Aisyah RA yang menyebutkan Nabi SAW shalat 4 rakaat, lalu 4 rakaat, kemudian 3 rakaat.

Dalam pelaksanaannya, pengerjaan 4 rakaat ini dilakukan tanpa duduk tasyahud awal. Artinya, setelah sujud kedua pada rakaat kedua, Anda langsung berdiri untuk rakaat ketiga tanpa duduk tahiyat.

Hal ini bertujuan untuk membedakan shalat sunnah Tarawih dengan shalat fardhu seperti Isya.

Sumber rujukan:

Tata Cara 2 Rakaat Sekali Salam Menurut Nahdlatul Ulama (NU)

Nahdlatul Ulama (NU) menegaskan bahwa shalat Tarawih harus dilakukan dengan salam setiap 2 rakaat. Landasan utamanya adalah hadis Nabi SAW yang berbunyi, “Shalat malam itu dua rakaat dua rakaat” (HR. Bukhari dan Muslim).

Merujuk pada Mazhab Syafii melalui pendapat Imam An-Nawawi, shalat Tarawih dianggap tidak sah jika dilakukan 4 rakaat dengan satu salam. Secara etimologi, “Tarawih” berasal dari kata tarwihatun yang berarti istirahat.

Jika dilakukan 4 rakaat sekaligus, unsur istirahat setiap 2 rakaat tersebut akan hilang, sehingga dianggap tidak sesuai dengan hakikat maknanya.

Sumber rujukan:

Tips Memilih Formasi Shalat Tarawih yang Tepat bagi Anak Muda

Memilih formasi shalat sebaiknya disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan kemantapan hati Anda. Berikut adalah beberapa tips yang bisa Anda pertimbangkan:

1. Ikuti Jamaah Setempat

Jika Anda shalat di masjid, sebaiknya ikuti imam yang memimpin. Hal ini demi menjaga keharmonisan dan persatuan sesama muslim di lingkungan tersebut.

2. Perhatikan Kualitas Ibadah dan Jangan Cari yang Asal Cepat

Baik 2 rakaat maupun 4 rakaat, pastikan Anda melakukannya dengan thuma’ninah. Hindari gerakan yang terlalu terburu-buru hanya demi mengejar target jumlah rakaat.

3. Pahami Dalilnya

Dengan memahami landasan hukum di atas, Anda tidak akan mudah menyalahkan orang lain yang memiliki tata cara berbeda dalam shalat Tarawih.

Ibadah Tarawih adalah sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT di bulan yang penuh berkah. Perdebatan mengenai shalat tarawih 2 rakaat salam atau 4 rakaat salam seharusnya tidak menjadi penghalang bagi kita untuk beribadah.

Selama Anda memiliki landasan yang jelas dan melaksanakannya dengan ikhlas, insya Allah ibadah Anda akan diterima. Mari jadikan Ramadhan tahun ini sebagai momentum untuk memperdalam ilmu agama sekaligus memperbanyak amal kebaikan.