Shalat Tarawih Dimulai Jam Berapa? Cek Penjelasannya

Cari tahu shalat tarawih dimulai jam berapa, aturan pelaksanaannya setelah Isya, hingga fleksibilitas waktu bagi Anda yang ingin shalat mandiri di rumah.

Pertanyaan mengenai shalat tarawih dimulai jam berapa sering kali muncul setiap kali bulan Ramadhan tiba. Sebagai ibadah sunnah yang sangat dinantikan, memahami waktu dimulainya tarawih sangat penting agar Anda bisa mengatur jadwal aktivitas harian dengan lebih baik. Secara umum, waktu pelaksanaan shalat tarawih dimulai tepat setelah Anda menunaikan shalat Isya hingga sebelum masuknya waktu fajar atau Subuh.

Di Indonesia, pelaksanaan tarawih secara berjamaah di masjid atau mushola biasanya berlangsung sekitar pukul 19.30 waktu setempat. Namun, angka ini bukanlah patokan, karena jam dimulainya tarawih sangat bergantung pada jadwal Shalat Isya di masing-masing daerah yang dipengaruhi oleh letak geografis.

Yang penting, setelah baca artikel ini sudah tau kapan waktu shalat tarawih yang benar sesuai syariat ya.

Ketentuan Waktu Pelaksanaan Shalat Tarawih Menurut Syariat

Meskipun memiliki rentang waktu yang cukup panjang, pelaksanaan shalat tarawih tetap memiliki aturan dasar yang telah ditetapkan dalam syariat Islam. Memahami ketentuan ini akan membantu Anda menjalankan ibadah dengan lebih tenang dan sah.

1. Dimulai Setelah Shalat Isya

Syarat utama dimulainya shalat tarawih adalah setelah menunaikan shalat Isya. Tarawih tidak sah jika dikerjakan sebelum shalat fardu Isya selesai dilakukan. Para ulama menganjurkan agar tarawih segera dilaksanakan tidak lama setelah Isya untuk menjaga kekhusyukan dan menghindari risiko rasa kantuk yang berat jika menunda terlalu lama.

2. Berakhir Menjelang Waktu Subuh

Batas akhir pelaksanaan tarawih adalah sebelum terbitnya fajar sadiq atau masuknya waktu Subuh. Hal ini memberikan fleksibilitas bagi Anda yang mungkin memiliki kesibukan di awal malam, sehingga masih bisa melaksanakan tarawih di tengah malam atau menjelang sahur.

3. Penyesuaian Berdasarkan Jadwal Daerah

Waktu pelaksanaan tarawih mengikuti jadwal lokal masing-masing wilayah. Sebagai contoh:

  • Wilayah Barat (WIB): Umumnya dimulai sekitar pukul 19.30 hingga 20.00 WIB.
  • Wilayah Tengah (WITA) dan Timur (WIT): Bisa lebih cepat atau lebih lambat beberapa menit sesuai dengan waktu azan Isya setempat.

Fleksibilitas Pelaksanaan Tarawih Berjamaah dan Mandiri

Selain mengenai shalat tarawih dimulai jam berapa, banyak anak muda yang mempertanyakan apakah ibadah ini harus selalu dilakukan di masjid. Pada dasarnya, tarawih adalah ibadah yang sangat fleksibel namun tetap memiliki nilai keutamaan yang tinggi.

  • Berjamaah di Masjid: Ini adalah tradisi yang paling umum di Indonesia. Selain mendapatkan pahala berjamaah, tarawih di masjid menjadi momentum kebersamaan dengan masyarakat sekitar.
  • Mandiri (Munfarid) di Rumah: Bagi Anda yang memiliki keterbatasan, sedang dalam perjalanan, atau memiliki uzur tertentu, shalat tarawih tetap sah dilakukan sendirian di rumah. Kualitas ibadah tetap bergantung pada niat dan kekhusyukan, bukan hanya pada lokasinya.

Penjelasan khusus mengenai shalat tarawih sendiri, bisa baca di Apakah Boleh Sholat Tarawih Sendiri? Hukum dan Tata Cara

Variasi Jumlah Rakaat Tarawih di Indonesia dan Arab Saudi

Selain memahami shalat tarawih dimulai jam berapa, penting juga bagi Anda untuk mengetahui perbedaan jumlah rakaat yang umum dipraktikkan. Perbedaan ini merupakan hal yang wajar dan memiliki landasan dalil masing-masing.

Kebijakan 13 Rakaat di Arab Saudi (10 Tarawih + 3 Witir)

Untuk Ramadan 1447 Hijriah atau 2026 Masehi, otoritas Arab Saudi telah menetapkan aturan resmi di Dua Masjid Suci. Di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, shalat tarawih dilaksanakan sebanyak 10 rakaat yang dibagi menjadi lima kali salam (setiap dua rakaat satu salam). Rangkaian ini kemudian ditutup dengan 3 rakaat shalat Witir, sehingga totalnya menjadi 13 rakaat. Format ini dipilih untuk menjaga kelancaran arus jamaah yang sangat padat di Tanah Suci.

BACA UPDATENYA: Shalat Tarawih di Arab Saudi 2026 Berapa Rakaat?

Formasi 11 Rakaat (8 Tarawih + 3 Witir)

Formasi ini sangat populer di banyak masjid di Indonesia, termasuk di kalangan warga Muhammadiyah. Landasannya merujuk pada praktik Nabi Muhammad SAW yang sering melaksanakan 8 rakaat tarawih dengan bacaan yang panjang dan thuma’ninah, lalu ditutup dengan 3 rakaat witir.

Formasi 23 Rakaat (20 Tarawih + 3 Witir)

Mayoritas jamaah di Indonesia, khususnya di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU), melaksanakan 20 rakaat tarawih dengan salam setiap dua rakaat, kemudian ditambah 3 rakaat witir. Secara kuantitas, formasi ini dianggap utama karena memperbanyak jumlah sujud dan zikir selama malam Ramadan.

Mengetahui informasi mengenai shalat tarawih dimulai jam berapa serta variasi jumlah rakaatnya akan membantu Anda menjalankan ibadah dengan lebih terencana.

Baik mengikuti formasi di Indonesia maupun format 10 rakaat seperti di Arab Saudi, yang terpenting adalah menjaga niat, konsistensi, dan kualitas ibadah Anda selama bulan penuh berkah ini.